Sebanyak 595 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel untuk memperingati hari libur Yahudi yang mereka sebut sebagai “Hari Tahta Ibrani” pada Senin diniqmati hari (2/10). Menurut saksi, para pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dalam serangkaian kelompok berturut-turut mulai pagi hari. Mereka mendapat akses masuk melalui Gerbang Al-Maghariba di bawah penjagaan militer Israel. Beberapa pemukim melakukan ritual Talmud di halaman masjid dan sejumlah besar pemukim lainnya berkumpul di daerah dekat Gerbang Rantai.
Sumber mengindikasikan bahwa beberapa pasukan pendudukan Israel kemudian menyerbu lokasi masjid sekitar pukul 07.30 pagi. Mereka berdalih ingin memastikan bahwa masjid tersebut kosong dari jamaah Muslim sebelum mengizinkan para pemukim menyerbu masjid. Klip video yang beredar menunjukkan sekelompok pemukim melakukan parade di jalan-jalan Kota Tua dengan membawa persembahan. Ritual ini adalah salah satu praktik yang diserukan oleh kelompok pemukim Temple Mount di dalam Masjid Al-Aqsa.
Menurut Otoritas Wakaf Islam, sebelumnya 859 pemukim Israel telah menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Ahad (1/10). Penyerbuan terjadi di tengah meningkatnya pembatasan oleh pasukan Israel terhadap masuknya jamaah Muslim, terutama para pemuda dan warga yang rutin datang ke masjid. Pasukan Israel juga menyerang jamaah Palestina, termasuk seorang perempuan di gerbang Al-Aqsa untuk membuka jalan bagi pemukim. Selain itu, beberapa jamaah dan aktivis Palestina dilarang memasuki Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) selama beberapa hari terakhir. Aturan tersebut merupakan upaya Israel untuk memaksakan kontrol penuh atas Masjid Al-Aqsa.
Liburan “Hari Tahta Ibrani” akan berlangsung hingga 7 Oktober mendatang. Selama periode ini, kelompok Temple Mount bersumpah untuk memecahkan rekor jumlah pemukim yang menyusup ke dalam masjid. Mereka bahkan menawarkan transportasi gratis dari berbagai daerah dan makanan ringan di Gerbang Al-Maghariba. Penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa sering terjadi pada hari libur Yahudi dan biasanya berlangsung dalam dua sesi: pagi dan sore, dari Minggu hingga Kamis. Hingga saat ini, Israel masih terus berupaya untuk memaksakan kendali penuh atas masjid dan membaginya baik secara temporal maupun spasial.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








