Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di wilayah Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan dan menyita 33 bangunan di Al-Quds (Yerusalem) dan Tepi Barat dalam dua minggu, yaitu mulai dari 8 Agustus hingga 21 Agustus 2023.
Laporan OCHA mengungkapkan bahwa operasi pembongkaran ini mengakibatkan 22 warga Palestina mengungsi, termasuk 10 anak-anak. Lebih jauh lagi, hal itu juga telah merusak mata pencaharian lebih dari 100 orang.
Tiga bangunan yang dibongkar merupakan bangunan donor sebagai bagian dari respons terhadap operasi pembongkaran sebelumnya di daerah Ashteh di Jericho dan Hamseh al-Farsha di Nablus. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa dari bangunan yang rusak, 29 di antaranya berlokasi di Area C, termasuk empat bangunan yang dihancurkan di Ein Shibli dekat Nablus, sebuah area yang Israel sebut sebagai cagar alam.
Sebanyak 60 persen area Tepi Barat berada di bawah jajahan Israel. Daerah yang disebut Area C awalnya ditetapkan untuk transisi ke pemerintahan Otoritas Palestina sesuai dengan Perjanjian Oslo. Namun, Israel tetap mempertahankan otoritas penuh atas wilayah tersebut hingga saat ini, dan hal ini menyimpang dari kesepakatan dalam perjanjian tersebut.
Menurut laporan PBB, selama dua pekan terakhir pasukan Israel telah membunuh enam warga Palestina, termasuk seorang anak, dalam berbagai operasi di Tepi Barat. Selain itu, tentara Israel telah melukai 559 warga Palestina, dengan 148 di antaranya adalah anak-anak. Israel juga menggunakan peluru tajam di berbagai wilayah Tepi Barat dan membunuh 21 orang dengan peluru tajam.
Sejak awal tahun ini, pasukan Israel telah melukai 705 warga Palestina dengan peluru tajam di Tepi Barat, lebih dari dua kali lipat jumlah 411 orang yang terluka pada periode yang sama pada tahun 2022. Israel secara konsisten juga menghancurkan bangunan-bangunan Palestina pada tahun 2023, dengan total 682 bangunan dihancurkan sejak awal tahun. Kehancuran yang meluas ini mengakibatkan 1.103 orang mengungsi dan berdampak negatif terhadap kehidupan 55.820 orang lainnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








