Dalam laporan barunya, Komite Hak Anak PBB mengatakan bahwa perubahan iklim turut memengaruhi kelangsungan hidup anak dan perkembangan mereka. Hal ini sebab anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan, tetapi suara mereka jarang terdengar dalam perdebatan perubahan iklim. Anak-anak mempunyai hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, oleh karena itu pemerintah harus segera bertindak untuk memastikan hal ini, kata PBB.
Disusun dengan bantuan generasi muda, rencana ini mencakup penghapusan bahan bakar fosil secara bertahap dan beralih ke energi terbarukan. Negara-negara PBB juga akan diminta untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk perubahan iklim, seperti memantau kualitas udara, mengatur keamanan pangan, serta mengatasi emisi dan paparan timbal beracun.
Pemerintah bertanggung jawab tidak hanya untuk melindungi anak-anak dari bahaya, kata laporan itu, namun juga dari dampak perubahan iklim pada masa depan. Mereka dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan, baik di dalam maupun di luar wilayah mereka.
PBB mengatakan bahwa generasi muda harus dilibatkan ketika menyusun pedoman baru. Laporan ini disusun setelah dua putaran konsultasi dengan negara-negara peserta, lembaga hak asasi manusia nasional, badan internasional, para ahli, dan komite penasihat yang terdiri dari 12 penasihat muda perubahan iklim.
Komite ini menerima 16.331 kontribusi dari anak-anak di 121 negara, yang berbagi dampak degradasi lingkungan dan perubahan iklim terhadap kehidupan dan komunitas mereka.
Ann Skelton, yang memimpin komite tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pedoman tersebut dapat memiliki “makna hukum yang besar dan luas jangkauannya” karena memperjelas kewajiban pemerintah untuk melindungi anak-anak dari kerusakan lingkungan.
“Anak-anak adalah arsitek, pemimpin, pemikir, dan pembuat perubahan di dunia saat ini. Suara kita penting, dan mereka berhak untuk didengarkan,” kata Kartik, 17 tahun, seorang aktivis iklim dan hak-hak anak dari India dan salah satu penasihat anak di komite tersebut.
Dampak perubahan iklim meliputi:
- cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens, seperti gelombang panas, kekeringan, dan banjir.
- pencairan gletser dan lapisan es yang cepat, berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut.
- penurunan besar es laut Arktik.
- pemanasan laut dan gelombang panas laut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








