Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah memilih, untuk pertama kalinya, seorang perempuan wasit asal Palestina untuk memimpin pertandingan Piala Dunia Wanita 2023 yang diadakan di Australia dan Selandia Baru pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2023.
Sejak kecil, Heba Saadia sangat menyukai olahraga dan bercita-cita mewakili negaranya dalam cabang sepak bola. Meskipun demikian, Selama bertahun-tahun, pasukan Israel membatasi kegiatan olahraga di Palestina dengan merusak fasilitas olahraga, menolak izin perjalanan pemain sepak bola dari Gaza untuk menyeberang melalui Israel ke Tepi Barat untuk bermain di kejuaraan lokal, dan membunuh pemain sepak bola.
“Saya sedang menonton sekelompok wasit berlatih dan memperhatikan bahwa mereka tidak memiliki wanita di antara mereka. Ketika saya bertanya kepada mereka tentang hal itu, mereka menyarankan agar saya bergabung dengan mereka. Jadi, saya melakukannya,” katanya dalam wawancara dengan saluran TV Olahraga dan Pemuda Palestina.
Namun demikian, berlatih dan sukses sebagai wasit adalah dua hal yang berbeda. Bagi Heba Saadieh, jalannya lebih berat karena dia tidak hanya harus membuktikan dirinya sebagai wasit, tetapi juga sebagai wanita Palestina yang hidup ketika gairah sepak bola Palestina baru saja mengakar. Bahkan, baru pada tahun 2004 tim sepak bola putri Palestina mengikuti turnamen untuk pertama kalinya, yaitu di Yordania bersama 10 tim putri Arab lainnya.
Lahir dari orang tua Palestina, Saadia adalah pesepakbola dan pekerja keras. Ia menempuh pendidikan jasmani di sebuah universitas di Damaskus, Suriah. Sayangnya, harapan Saadia untuk bermain untuk negaranya tidak terwujud dan mantan pesepakbola itu beralih profesi menjadi wasit secara kebetulan.
Akibat perang pecah di Suriah, Saadia terpaksa meninggalkan negara itu dan dia melakukan perjalanan jauh ke Malaysia pada tahun 2012. Dia bergabung dengan program wasit di Asosiasi Sepak Bola Malaysia sebelum pindah ke Stockholm. Di sinilah dia mengejar lisensi wasit FIFA dan mulai memimpin pertandingan liga divisi 1 di Asosiasi Sepak Bola Swedia. Dengan dedikasi, kerja keras, dan pemahaman tentang olahraga, Saadia segera menaiki tangga kesuksesan dan menerima lencana wasit internasional pada tahun 2016. “Saya tidak tahu sepatah kata pun bahasa Swedia ketika saya pindah ke Stockholm. Tapi saya masih mengerti segalanya dan terhubung melalui sepak bola,” kata Saadia dikutip dari olandsbladet.se.

Kesuksesan Heba Saadia juga merupakan hasil dari komitmennya terhadap profesinya. Saadia bekerja dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk meningkatkan kemampuan. PFA dan AFC dengan cermat mengikuti pelatihan Saadia dan memberikan laporan bulanan kepada FIFA untuk mengevaluasi kinerjanya. Saadia bekerja keras dan menyikapi semua evaluasi yang disampaikan FIFA untuk menjadi wasit yang lebih baik.
Upaya Saadia membuahkan hasil ketika ia diminta memimpin beberapa pertandingan Piala AFC, kualifikasi Piala Dunia Wanita FIFA, dan pertandingan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Bukan hanya sepak bola wanita yang dipimpin Saadia, dia juga menjadi salah satu wasit wanita Arab pertama dalam turnamen Maurice Revelo U-21 pria yang diadakan di Prancis pada awal 2022. Dia juga berpengalaman pada Piala Asia AFC 2022 di India sebelum memimpin Piala AFC 2022 di Vietnam.
“Saya menyukainya (pekerjaan saya). Saya terbiasa bersikap adil dan keras sebagai wasit. Namun, saya harus adil dan mengedepankan nurani. Dalam jangka panjang, saya berharap bisa menjadi salah satu wasit terbaik,” katanya.
Di luar lapangan, prestasi Heba Saadia menjadi sumber inspirasi bagi perempuan Palestina di segala bidang. Mengikuti jejak Saadia, Yasmine Nairoukh dari Hebron juga mendapatkan lencana wasit internasionalnya pada awal tahun 2023. Banyak yang berharap pencapaian Saadia akan semakin membuka pintu bagi para wanita dari berbagai ras dan agama untuk menjadi bagian dari hal-hal penting di dunia!
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








