Pekan lalu, tepatnya pada hari Kamis, 20 Juli 2023, seluruh wilayah Palestina bersukacita. Hari tersebut adalah tanggal pengumuman hasil ujian Tawjihi. Ujian Tawjihi adalah ujian akhir sekolah bagi seluruh siswa di Palestina dan menjadi syarat untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kementerian Pendidikan melaporkan bahwa tahun ini, sebanyak 68.647 siswa dari seluruh kota di Palestina terdaftar sebagai peserta ujian Tawjihi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.405 siswa dinyatakan lulus dan resmi bisa melanjutkan pendidikan ke universitas.
Ujian Tawjihi tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan hanya berselang sebulan setelah agresi di Jalur Gaza yang menewaskan 33 penduduk, termasuk 6 anak-anak dan 3 perempuan. Momen penantian hasil pengumuman juga menjadi masa yang sulit, sebab pada awal Juli lalu, pasukan pendudukan Israel menyerang kota dan kamp pengungsian Jenin dengan teknologi mematikan yang menewaskan 12 penduduk, termasuk 5 anak-anak.
Setelah melewati masa-masa berat tersebut, pengumuman ujian Tawjihi seolah menjadi oase yang menyejukkan di tengah teriknya gurun pasir penjajahan di Palestina. Seluruh penduduk kota membagikan manisan dan membuat perayaan untuk para siswa yang telah berjuang keras untuk belajar di tengah situasi yang sulit. Para orangtua pun tidak terkira bahagianya, masing-masing keluarga membuat perayaan khusus sendiri untuk anak-anak mereka yang lulus ujian dengan nilai yang baik. Di jalan-jalan, para siswa yang baru saja lulus mengadakan konvoi dengan membawa spanduk bertuliskan slogan-slogan khas kelulusan.
Di tengah-tengah penjajahan yang menyesakkan, penduduk Palestina menunjukkan bahwa mereka selalu menemukan alasan untuk bisa bahagia, dan semoga potret-potret kebahagiaan mereka ini bisa membuat kita yang melihatnya juga turut merasakan hal yang sama.
Seluruh Kota Berbahagia
Pada hari pengumuman, seluruh penduduk Palestina berpartisipasi untuk merayakan kelulusan para siswa dari ujian Tawjihi. Dari anak-anak hingga orang tua, semuanya tampak bersukacita memeriahkan hari istimewa ini. Berikut adalah potret perayaan kelulusan di kota-kota Palestina:
1.Al-Quds (Yerusalem)
Di Al-Quds, para siswa yang telah resmi dinyatakan lulus ujian melakukan konvoi di jalanan dengan mobil yang telah didekorasi. Para siswa juga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul dengan teman-teman mereka sembari bersenang-senang dan bernyanyi bersama di pinggir jalan, menghibur para pengendara mobil lainnya dengan keceriaan mereka. (Qudsnen)

Watch: Palestinian students in occupied Jerusalem celebrate today the results of the secondary school graduation exams, known in the region as “Tawjihi”. 📍🇵🇸 pic.twitter.com/Lt1RoqMAvI
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
2. Gaza
Tak jauh berbeda dengan di Al-Quds, para siswa di Jalur Gaza juga merayakan kelulusan ujian Tawjihi dengan melakukan konvoi mobil di jalanan. Kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh siswa yang lulus saja, melainkan juga oleh seluruh penduduk Gaza. Penduduk kota berpartisipasi meramaikan perayaan dengan membuat dan membagikan manisan serta menampilkan pertunjukan nasyid untuk menghibur seluruh siswa setelah mereka bekerja keras untuk mempersiapkan ujian dalam kondisi yang tidak mudah. (Qudsnen)



3. Ramallah
Di Ramallah, para siswa juga beramai-ramai melakukan konvoi mobil di jalanan. Mereka juga memeriahkan jalanan dengan membawa balon angka yang menunjukkan nilai akhir mereka. Dengan bangga, mereka mengangkat balon angka tersebut di jalanan untuk menunjukkan hasil perjuangan mereka saat ujian. (Qudsnen)
Video: Palestinians in the Ramallah in the occupied West Bank celebrate today the results of the secondary school graduation exams, known in the region as “Tawjihi”. 📍🇵🇸 pic.twitter.com/BSL28v5Ghv
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
4. Hebron
Seperti di kota-kota lainnya di Palestina, para siswa di Hebron juga melakukan konvoi mobil dengan meriah di jalanan. Mereka berkeliling kota sambil membawa petasan yang mengeluarkan asap berwarna-warni, meramaikan suasana kota dengan keceriaan dan kebahagiaan.



Anak-Anak Palestina yang Berprestasi
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun anak-anak Palestina yang lulus dari ujian Tawjihi banyak yang memperoleh nilai tinggi di atas rata-rata, meskipun mereka menghadapi ujian dalam kondisi yang tidak mudah. Dari Jalur Gaza hingga Al-Quds, baik anak tawanan maupun penyandang disabilitas, tidak ada yang menghalangi anak-anak Palestina ini untuk bisa berprestasi dan membanggakan keluarga mereka. Berikut adalah beberapa anak Palestina yang mendapatkan nilai tinggi saat pengumuman Tawjihi:
- Meski berasal dari Jalur Gaza yang telah diblokade selama lebih dari 17 tahun, Baraa Al-Quqa berhasil memperoleh nilai ujian Tawjihi nyaris sempurna yaitu 99.7%.
WATCH: Palestinian student Baraa Al-Quqa, from Gaza, joyfully celebrates the success in the secondary school graduation exams as he got an excellence rate of 99.7%. pic.twitter.com/8vpHnsy0yS
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
- Juga berasal dari Jalur Gaza, Aseel Al-Bahtini meraih nilai hanya berbeda 0.1 skor dengan Baraa yaitu 99.6%.
WATCH: The family of Palestinian student Aseel Al-Bahtini, from Gaza, joyfully celebrates her success in the secondary school graduation exams as she got an excellence rate of 99.6%. pic.twitter.com/vkT3IOvVDO
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
- Masih dari Jalur Gaza, ada Istabraq Abdul Hamid Muhammadin yang juga memperoleh nilai hampir sempurna yaitu 99.3%.
Palestinian student Istabraq Abdul Hamid Muhammadin, from Gaza, joyfully celebrates her success in the secondary school graduation exams with her family as she got an excellence rate of 99.3%. pic.twitter.com/9mdC5dva9c
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
- Selanjutnya ada anak kembar dari Tepi Barat yang namanya tidak disebutkan. Mereka berdua lulus bersama dengan memperoleh nilai yang gemilang yaitu 99% dan 98%.
Watch: Palestinian twin students from the occupied West Bank get an excellent rate of (99% and 98%) in high school exams of this academic year. pic.twitter.com/5KliPAXh3S
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
- Di urutan selanjutnya ada Qusai Abu Reida, dari Jalur Gaza. Keterbatasan fisiknya tidak menghalangi Qusai untuk berjuang menghadapi ujian hingga ia bisa lulus dengan nilai tinggi yaitu 95.4%

- Dari Hebron, seorang anak tawanan bernama Khalil Al-Jabarin lulus dengan nilai 79.9%. Ayah Khalil ditahan saat ia masih berusia 6 bulan, namun prestasi Khalil dipastikan dapat membuat ayahnya sangat bangga kepadanya.

- Dari Jalur Gaza, Hussam Abu Shanab berhasil lulus dengan memperoleh nilai 75.8%. Istimewanya, Hussam ternyata merupakan seorang penyandang disabilitas. Ia berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk belajar dan meraih prestasi.

- Terakhir namun tidak kalah istimewa, ada seorang siswa perempuan dari Jalur Gaza yang tidak disebutkan nama maupun nilainya. Video yang beredar di media sosial hanya menunjukkan kebahagiaannya saat dinyatakan lulus ujian di rumah sakit, dengan kondisi tubuhnya dililit mesin dialisis.
Video: While she is tied to a dialysis machine, a Palestinian student from the besieged Gaza Strip receives her results in the secondary school graduation exams, yesterday, successfully passing the exams. pic.twitter.com/phDDLFFKOw
— Quds News Network (@QudsNen) July 21, 2023
Di Tengah Kebahagiaan, Israel Tetap Menyerang
Tahun ini, di tengah-tengah kebahagiaan yang menyelimuti seluruh kota saat hari pengumuman ujian Tawjihi, sebagian keluarga masih ada yang menyimpan kesedihan. Tahun ini, enam orang siswa yang seharusnya ikut merayakan kelulusan Tawjihi telah dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel. Mereka adalah anak-anak sekolah yang sama sekali tidak berhak untuk dihabisi nyawanya, namun Israel dengan darah dingin telah menghancurkan seluruh impian dan masa depan mereka.

Sebanyak 17 siswa tahun ini juga terhalang untuk merayakan kelulusan ujian Tawjihi bersama keluarga dan sahabat mereka karena pasukan pendudukan Israel menangkap mereka dan menghukum mereka di penjara. Di masa saat anak-anak seusia mereka tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di universitas, 17 anak Palestina ini justru tidak bisa mendapatkan hak mereka atas pendidikan karena dibatasi oleh jeruji penjara Israel.

Bagi siswa yang berkesempatan merayakan kelulusan pun, ancaman pasukan Israel juga masih menghantui. Saat para siswa sedang merayakan kelulusan mereka bersama keluarga dan sahabat, pasukan Israel menghentikan konvoi mobil mereka, bahkan menyerbu rumah keluarga mereka saat perayaan sedang berlangsung. Dalam sekejap, Israel menghancurkan kebahagiaan yang tengah mereka rasakan dan mengubahnya menjadi ancaman teror yang menakutkan.
Penyerbuan perayaan kelulusan di Al-Quds (Yerusalem)
Watch: Israeli occupation forces attack Palestinians while celebrating the results of the secondary school graduation exams, today, in occupied Jerusalem. pic.twitter.com/3iLqoo8qrQ
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
Penyerbuan rumah di Masafer Yatta
WATCH: Israeli occupation stormed the home of Palestinian man Sami Al-Harini in the village of Al-Tawana in Masafer Yatta, south of Hebron, while celebrating his sister’s success in the secondary school graduation exams. pic.twitter.com/uopSX6DvCd
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
WATCH: Israeli occupation forces disturb the joy of a Palestinian family celebrating their daughter’s success in the secondary school graduation exams in Masafer Yatta, south of Hebron, and arrested 4 Palestinians. pic.twitter.com/h7tplhJnJd
— Quds News Network (@QudsNen) July 20, 2023
Tahun ini, perayaan kelulusan ujian Tawjihi memang memiliki banyak rasa. Di satu sisi, banyak siswa dan keluarga yang bersukacita atas kelulusan anak-anak mereka yang membanggakan. Akan tetapi, di sisi lain, keluarga dan sahabat dari anak-anak yang dibunuh oleh Israel tahun ini hanya bisa memendam kesedihan karena tidak bisa merayakan kelulusan bersama orang tercinta mereka. Akan tetapi, Palestina bukan negeri yang penduduknya lama terkurung dalam duka. Di tengah-tengah mencekamnya penjajahan di seluruh wilayah Palestina, penduduknya selalu bisa menemukan oase penyejuk, alasan-alasan kecil yang membuat mereka bisa berbahagia. Semangat anak-anak Palestina akan selalu tumbuh untuk bisa terus belajar dan berprestasi, sebab mereka yakin bahwa suatu hari nanti, di tangan merekalah Palestina akan dipimpin dan terbebas dari penjajahan selamanya.
Salsabila Safitri, S.Hum.
Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.
Sumber:
https://daysofpalestine.ps/palestinians-celebrate-high-school-exam-results/
https://www.#/20230720-palestine-releases-secondary-exam-results-with-rising-success-rates/
https://twitter.com/QudsNen/status/1682704027258167298?t=sdeBb6Ko0hHhX27rz3sm3A&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682384360169717762?t=NqtYSZNyMtXs9OPGNUV_XQ&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682261765252317187?t=C9Yo_yMA8J-8q5DKNn3dUg&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682088831464382480?t=JzZQYEUlue_kEYM6MKPPzg&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682001271404871682?t=FL__xzXlEtg4wypxDB0Sbw&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682014270651809792?t=xvMKWqG5xGrDJ8JNaWWWSQ&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682010998339715076?t=BPDf1qqtPPoRdqd0dqCvNQ&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682004746704412674?t=K2ZvCF7Ye4se6CSnUfO70Q&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681923883849469954?t=FigU8ewVz3VaePDYgiPraA&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681948117590065153?t=1LWZXT08d9eGS28M-cb0_A&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682070848361086976?t=zRRB9OKi01e4EwC_hyJj3A&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681983974103478272?t=RHbNpRy1N70Nk8easzE7PA&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681977593795420161?t=lRHRjm7EKD0orsbS5oAOiw&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681952165894447104?t=VyVkWi8tYwp_vS_qy-s4dQ&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682051379727138825?t=-XcS_b-aiOXJynAB2QcnwA&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681961046590861312?t=EUsxywDpmSe845VAqeOMCw&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681950299739631617?t=fqEdsSitcoJPvsGSoWzUig&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681929505454145537?t=EZm0Hco-RtyAdCfm0rZvzw&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681996868388024320?t=yW2JuXTBuATuXHgZQs8shQ&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1682036362546143236?t=3tkx1tUewhBcxTPDN8VfkA&s=19 https://twitter.com/QudsNen/status/1682026850967777283?t=ysxEmORPgLS2aEG9oRouqA&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681952122965827584?t=TvN-q5X8s66uCftqw9EkiA&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681971055475212289?t=GRAOmmOHBrX6WIfOc7oW_w&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681938607819444224?t=nfG-RGu9L9Jg4n-eBpeGQw&s=19
https://twitter.com/QudsNen/status/1681929523548356609?t=3JzrMNA3P8jldzvAlr1Crw&s=19
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








