
Khader Adnan, aktivis kemerdekaan Palestina, meninggal di penjara Israel pada 2 Mei 2023 dalam usia 45 tahun, setelah hampir tiga bulan melakukan mogok makan sebagai protes terhadap penahanan administratifnya, yang tanpa dakwaan dan tanpa pengadilan. Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) menyatakan bahwa Adnan adalah pejuang sejati yang memimpin pertempuran panjang dengan perut kosong untuk mendapatkan kebebasannya, dan perjuangan Adnan telah disaksikan dunia. (MEE, Al-Jazeera, MEMO)

Keluarga Adnan berduka di rumahnya yang terletak di Arrabeh, dekat Jenin, Tepi Barat yang diduduki (2/5). Istri Adnan, Randa Mousa, mengatakan bahwa dia dan keluarganya tidak ingin ada tanggapan kekerasan dari faksi perlawanan atas kematian Adnan. (Shadi Jarar’ah/Al Jazeera)

Kehancuran yang ditinggalkan pasukan pendudukan Israel setelah menyerbu Kota Tua Nablus, mengepung dan mengebom sebuah rumah Palestina (3/5). Serangan tersebut menewaskan tiga warga Palestina. Sementara itu di Huwwara, pada hari yang sama, Iman Odeh (26), perempuan Palestina, ditembak dadanya oleh pasukan Israel hingga tewas. (TRT, MEE, Qudsnen, Electronic Intifada, Al-Arabiya)

Warga Palestina dan aktivis solidaritas melakukan protes di luar Sekolah Ain Samia, dekat Ramallah, menentang keputusan Israel yang hendak menghancurkan sekolah (3/5). Lebih dari 50 sekolah Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan di Al-Quds (Yerusalem) berisiko langsung dibongkar oleh Israel. (WAFA)

Dalam cuitannya di Twitter (4/5), Yishai Fleisher, pemimpin pemukim Israel dan penasihat Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan Itamar Ben-Gvir menyerukan untuk membuang mayat Palestina “ke laut” setelah mengeksekusi mereka.

‘Israel’ telah memerintahkan evakuasi gedung Kota Tua di Kota Tua Hebron (5/5), sebagai persiapan untuk diambil alih oleh pemukim ilegal Israel. (WAFA, MEE)

Ratusan warga Palestina di Nablus mengambil bagian dalam prosesi pemakaman Udai Shami, Jihad Shami, dan Mohammad Dabik yang dibunuh Israel pada 12 Maret lalu. Jenazah mereka dikembalikan kepada keluarga mereka pada Jumat (5/5), atau 50 hari setelah mereka dibunuh Israel. (WAFA, Arab News Network)

Tulkarm berduka atas kematian dua pemuda Palestina, Samer al-Shafei dan Hamza Haroush. Sejumlah besar tentara Israel menyerbu kamp pengungsi Nur Shams di kota Tulkarm Tepi Barat yang diduduki (6/5), mengepung kompleks tempat tinggal dua pemuda tersebut. Penembak jitu Israel juga ditempatkan di sekitar atap sebagai bala bantuan. Pasukan menembak di dada, leher dan perut, sebelum meninggalkan daerah itu. (Qudsnen)

Warga Palestina mengadakan misa peringatan untuk mendiang jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh di Gereja Katolik Yunani Melkit di lingkungan Beit Hanina di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki menjelang peringatan satu tahun pembunuhannya. Abu Akleh ditembak mati oleh pasukan Israel tahun lalu pada 11 Mei saat meliput serangan militer Israel di Jenin. (Al-Jazeera)

Beberapa jam setelah Israel menghancurkan Sekolah Jibb Al-Deeb di desa Palestina Bayt Ta’mar, sebelah timur Bethlehem (7/5), warga Palestina bergotong-royong membangun kembali sekolah yang memiliki 60 siswa, berusia 6-9 tahun tersebut. (WAFA, MEMO)

Dinas intelijen Israel menginterogasi Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Ikrima Sabri (85), pada Senin (8/5), di Kantor Polisi Maskubiya di Al-Quds. Syekh Sabri dibebaskan setelah diinterogasi selama lebih dari 5 jam oleh otoritas pendudukan Israel. Syekh Sabri telah menjadi sasaran kampanye penghasutan sistematis oleh media Israel dan kelompok sayap kanan. (MEMO, Al-Qastal)

Israel kembali melakukan pembantaian di Gaza pada Selasa (9/5). Setidaknya 32 warga Palestina tewas, termasuk 3 anak-anak dan 4 perempuan, dalam serangkaian serangan udara Israel di rumah mereka pada dini hari saat tidur nyenyak di Jalur Gaza yang terkepung. (WAFA, MEMO, MEE)

Dua dari tiga anak yang menjadi korban adalah Mayar dan Ali, bersama ayah dan ibu mereka, dibunuh secara brutal dalam serangan udara Israel di rumah keluarga mereka di Gaza (9/5). (MEE, Al-Jazeera)

Agresi Israel berlanjut ke hari kedua dan kembali memakan korban. Dalam waktu 40 jam terakhir, ‘Israel’ telah membunuh 21 warga Palestina; 19 dalam agresi udaranya di Jalur Gaza dan 2 di Tepi Barat yang diduduki. Pembantaian tersebut mengundang reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional. Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin menyatakan bahwa pembunuhan warga sipil, termasuk anak-anak, tidak pernah dapat diterima dan berisiko meningkatkan situasi dan menyebabkan kekerasan lebih lanjut. Sementara itu, Amnesti Internasional menyatakan bahwa apa yang dilakukan Israel sangat tidak manusiawi dan merupakan bagian dari sistem apartheid yang harus dibongkar. (WAFA, Merrion Street, Amnesty International, MEMO, Qudsnen)

Serangan udara Israel menargetkan beberapa wilayah di Jalur Gaza hingga hari ketiga agresi (11/5), termasuk di Khan Younis, Beit Lahiya, Bani Suheila, Rafah, dan Beit Hanoun. Selama itu pula Israel menutup penyeberangan untuk pergerakan orang dan barang, memblokir perjalanan sepenuhnya, bahkan untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak, dan mencegah pasien mengakses perawatan medis yang tidak tersedia di Gaza. (Al-Jazeera)

Ketika serangan udara Israel berlanjut di Gaza, penduduk kamp pengungsi Nur Shams di Tulkarm di Tepi Barat yang diduduki terbangun dengan pemandangan kehancuran yang disebabkan oleh buldoser militer Israel selama serangan tentara (11/5) yang menewaskan seorang pria Palestina berusia 66 tahun. (Arab News)

Anak-anak Palestina duduk di atas puing-puing rumah mereka di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, setelah dihancurkan dalam serangan udara Israel (13/5) yang masih berlanjut pada hari keempat. (Abdelrahman Alkahlouf/APA)

Warga Palestina dan pendukungnya memperingati Nakba di Times Square, New York, 14 Mei. (Richard B. Levine/ZUMA Press)

Tahun 2023 menandai peringatan 75 tahun pemindahan massal warga Palestina yang dikenal sebagai “Nakba” atau “Malapetaka”. Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak Rakyat Palestina (CEIRPP) memperingati 75 tahun Nakba di Markas Besar PBB di New York untuk pertama kalinya dalam sejarah PBB (15/5). Presiden Palestina Mahmoud Abbas turut berpidato pada peringatan tersebut (un.org)

Para petani Palestina di Gaza sedang memeriksa lahan pertanian mereka (16/5) yang turut menjadi target serangan udara Israel di Gaza utara selama agresi lima hari yang dimulai pada 9 Mei. Agresi terbaru itu telah menewaskan 33 orang, termasuk 6 anak. (Palinfo)

Pasukan pendudukan Israel merobohkan sebuah rumah milik Palestina di Distrik Wad Qaddum (17/5), di lingkungan Silwan, Al-Quds yang diduduki, (WAFA)

Aktivis Israel dan internasional memblokir jalan dekat permukiman ilegal Gilo di Tepi Barat (18/5) untuk menghentikan pemukim sayap kanan yang hendak menghadiri Pawai Bendera tahunan di Yerusalem (Oren Ziv/ Active still)

Pemukim sayap kanan Israel mengambil bagian dalam ‘pawai bendera’ tahunan untuk menandai ‘Hari Yerusalem’ di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) pada 18 Mei 2023. Orang Israel merayakan hari tersebut sebagai hari penaklukan Al-Quds Timur setelah Perang 1967. (Oren Ziv/ Active Still)

Ratusan warga Palestina berkumpul untuk di sebelah timur Shujayea, Jalur Gaza (18/5) untuk mengibarkan bendera Palestina di tembok apartheid Israel yang mengelilingi Gaza sebagai protes terhadap Pawai Bendera di kota Tua Yerusalem. Pemukim meneriakkan kebencian dan menghasut kekerasan terhadap penduduk kota Palestina. Serangan itu disertai dengan beberapa serangan terhadap warga Palestina dan jurnalis. (Anne Paq/ Active Still)

Israel telah menggusur 50 warga Palestina, termasuk 23 anak, melalui penghancuran dan penyitaan properti di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan sebagian Tepi Barat selama periode dua minggu. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada Jumat (19/5) dalam sebuah laporan yang mencakup peristiwa pada tanggal 2 hingga 15 Mei. (OCHA)
![Israel’s Cabinet holds a meeting under Al-Aqsa Mosque in Jerusalem on 21 May 2023. [@IsraeliPM/Twitter]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/06/israels-cabinet-holds-a-meeting-under-al-aqsa-mos.jpeg)
Pemerintah pendudukan Israel mengadakan rapat kabinet pada Minggu (21/5) di sebuah terowongan di bawah Tembok al-Buraq Masjid Al-Aqsa dalam upaya untuk menunjukkan kedaulatan negara Zionis atas kota Al-Quds yang diduduki dan tempat-tempat sucinya. Menurut harian Israel Maariv, pertemuan kabinet menyetujui anggaran besar – NIS60 juta ($17 juta) – dan sejumlah proyek Yahudinisasi Al-Quds, termasuk untuk menggali lebih banyak terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa yang, mau tidak mau, melemahkan struktur bangunan Al-Aqsa. (MEMO, WAFA, Anadolu)

Warga Palestina memprotes penghentian bantuan pangan di depan kantor Program Pembangunan PBB di Kota Gaza (21/5). Program Pangan Dunia (WFP) menangguhkan bantuan untuk lebih dari 200.000 warga Palestina mulai Juni karena kekurangan dana yang parah. (Hashem Zimmo/APA)

Warga terakhir komunitas Palestina ‘Ein Samia, yang menampung sekitar 200 warga, terpaksa meninggalkan tanahnya (22/5). Selama bertahun-tahun, mereka menderita akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim di bawah dukungan penuh pemerintah Israel, serta dari pembatasan ekstrem dalam membangun rumah, infrastruktur, dan penghancuran. Sekolah komunitas juga akan segera dibongkar, menyusul persetujuan pengadilan baru-baru ini. (Btselem, 972 Mag, Haaretz)

Serangan militer Israel di kamp pengungsi Balata, Nablus, yang menewaskan tiga warga Palestina pada Senin pagi (22/5) adalah yang paling kejam dalam beberapa tahun. Ratusan tentara Israel memasuki kamp pengungsi dari pintu masuk timur, menggerebek rumah selama empat jam. Tiga rumah hancur, tiga warga tewas, delapan terluka, puluhan menderita lemas akibat gas air mata, dan setidaknya tiga warga Palestina ditahan sebelum pasukan Israel mundur dari daerah itu sekitar pukul 05.30 pagi. Nabil Abu Rudeineh, juru bicara kepresidenan Otoritas Palestina (PA), menggambarkan serangan tersebut sebagai “pembantaian”. (Arab News, Al Jazeera)

Pasukan pendudukan Israel meledakkan rumah keluarga seorang martir Palestina, Moataz Hamaza, di kota Ni’lin, Tepi Barat yang diduduki (23/5), sebagai tindakan hukuman kolektif setelah ia dianggap bertanggung jawab dalam operasi penembakan Maret di Tel Aviv. (Arab News, Qudsnen)

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh amukan pemukim Israel di Burqa, dekat kota Nablus, Tepi Barat (24/5). Ghassan Daghlas, yang memantau aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat utara, mengatakan bahwa pemukim Israel, di bawah perlindungan tentara, menyerang rumah-rumah serta membakar lumbung dan kebun zaitun di sekitarnya. (Mohammed Nasser/APA/ WAFA)

Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania, yang mengawasi tempat-tempat suci di Al-Quds, mengatakan lebih dari 160 pemukim memasuki Masjid Al-Aqsa melalui kompleks Gerbang Al-Mugharabi di bawah perlindungan polisi Israel (25/5) untuk merayakan Shavuot, hari raya Yahudi. Polisi israel juga sangat membatasi masuknya warga Palestina dan mengecualikan siapa pun yang berusia di bawah 50 tahun untuk beribadah di Al-Aqsa saat salat Subuh dan Isya. (Daily Sabah, Anadolu)

Pemuda Palestina melakukan salat Isya di luar Masjid Al-Aqsa (25/5) karena pasukan pendudukan Israel melarang mereka memasuki situs suci umat Islam tersebut. (Al-Qastal)

Warga Palestina berdemonstrasi di dekat pos permukiman kolonial Israel di Homesh, utara Tepi Barat yang diduduki (27/5), sebagai protes terhadap persetujuan pemerintah sayap kanan Israel atas kembalinya pemukim Yahudi ke pemukiman tersebut, yang telah dievakuasi oleh mantan PM Israel Ariel Sharon pada 2005. (Arab News)

Warga Palestina mulai memperbaiki kerusakan rumah keluarga Tafeesh di Distrik az-Zaitun, Kota Gaza (27/5). Sebelum dibom Israel dalam agresi terbaru, rumah tersebut menampung 12 orang. Sekitar 400 ekor ayam yang dipelihara keluarga Tafeesh terbunuh dalam serangan itu. (Anne Paq/Active Still)

Mahasiswa di Universitas Tel Aviv memprotes RUU yang akan melarang pengibaran bendera Palestina di universitas-universitas Israel (28/5). Semangka, dengan warna yang sama dengan bendera Palestina, menjadi simbol nasionalisme Palestina selama masa lalu ketika pengibaran bendera dilarang oleh Israel. (Oren Ziv/ActiveStills)

Wakil Menteri Pembangunan Sosial Palestina, Assem Khamis, mengatakan bahwa 170 anak Palestina yang saat ini dipenjara oleh Israel telah mengalami berbagai bentuk pelecehan dan penyiksaan. “Pendudukan Israel berusaha, dalam upaya permanen dan terus menerus, untuk menghalangi kehidupan anak-anak Palestina, dan menargetkan mereka dengan penangkapan, pelecehan, dan mengekspos mereka pada kekerasan dan ancaman,” katanya. (MEMO)

Vandalisme yang ditinggalkan pasukan pendudukan Israel (30/5) setelah serangan brutal ke kamp pengungsi Nour Shams di kota Tulkarm di Tepi Barat yang diduduki. (Qudsnen)

Warga Palestina melakukan protes solidaritas dengan tawanan Walid Daqqa (61) di depan pos pemeriksaan Erez di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara (31/5). Israel menolak untuk membebaskannya meskipun ia menderita kanker sumsum tulang stadium lanjut. Daqqa dipenjara oleh Israel pada 1986 Israel dan dijatuhi hukuman 37 tahun penjara. Dia menyelesaikan hukumannya pada Maret 2023 tetapi otoritas Israel telah memperpanjang hukumannya dua tahun pada 2017 atas tuduhan penyelundupan ponsel ke dalam penjara. (Mahmoud Nasser/APA)
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








