• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Meski Gaza Tak Lagi Diserang, Anak-Anak Palestina Masih Dihantui Mimpi Buruk

by Adara Relief International
Mei 25, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Meski Gaza Tak Lagi Diserang, Anak-Anak Palestina Masih Dihantui Mimpi Buruk
187
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Setiap kali mendengar suara pintu yang tertutup dengan kencang, Bissan Al-Mansi yang berusia 10 tahun salah mengartikannya sebagai bom yang dijatuhkan. Lebih dari seminggu telah berlalu sejak putaran terakhir agresi Israel di Gaza, tetapi Al-Mansi mengatakan dia masih mengalami mimpi buruk, lapor Reuters. Psikiater lokal mengatakan gejala yang dialami Al-Mansi adalah hal umum di antara banyak anak yang tinggal di daerah yang terblokade. Mereka mengalami kurang tidur, kecemasan, mengompol, serta kecenderungan untuk selalu menempel pada orang tua mereka dan menghindari keluar rumah.

Warga Palestina telah mengalami beberapa agresi Israel sejak 2008, yang membuat penyembuhan trauma hampir tidak mungkin, karena penyebabnya tidak pernah berubah, kata para pakar lokal dan internasional. Mereka menempatkan jumlah anak-anak yang membutuhkan bantuan kesehatan mental hampir seperempat dari 2,3 juta penduduk Gaza yang hidup di bawah blokade yang melumpuhkan oleh Israel dan Mesir, yang mengontrol dan membatasi perbatasan Jalur Gaza. Studi sebelumnya di Israel juga menemukan bahwa anak-anak Israel yang terus-menerus terpapar tembakan roket di daerah dekat Gaza mengalami tingkat stres, agresi, dan kecemasan yang tinggi. 

Serangan terbaru dari lintas perbatasan, yang berlangsung lima hari, dimulai dengan serangan udara Israel terhadap komandan Jihad Islam di Gaza. Pejabat Israel menuduh bahwa lebih dari 1.000 roket ditembakkan ke Israel. Secara keseluruhan, 33 warga Palestina tewas di Gaza, termasuk anak-anak, serta enam orang yang diduga sebagai komandan kelompok bersenjata.

Tidak ada tempat perlindungan bom yang aman di Gaza, tempat lebih dari 50 persen warga Palestina hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki tempat berlindung selain di rumah mereka. Pejabat Palestina dan organisasi kemanusiaan internasional telah memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan berada di ambang kehancuran. Akses ke layanan kesehatan juga terbatas, pergerakan sangat dibatasi, dan luka psikologis semakin dalam, kata kelompok relawan.

“Mimpi saya telah berubah, sebelumnya lebih baik,” kata Al-Mansi, yang menemui psikiater sejak pertempuran berakhir. “Saya sangat takut. Saya tidak bisa tidur lagi di malam hari.” Rumah gadis kecil itu, di Deir Al-Balah di Gaza Tengah, termasuk di antara beberapa rumah yang telah rusak atau hancur total ketika Israel mengebom lingkungan mereka setelah memberikan waktu sekitar 30 menit kepada warga untuk mengungsi. 

Al-Mansi, salah satu dari lima bersaudara, mengatakan dia sekarang terlalu takut untuk keluar rumah, meski hanya untuk bermain dengan teman-temannya. Sebelum pertempuran, dia bangun pagi, bersemangat untuk pergi ke sekolah, menceritakan bahwa mata pelajaran favoritnya adalah bahasa Arab dan sejarah. Akan tetapi, meski gencatan senjata telah berlaku, dia masih belum bisa melakukan aktivitas seperti biasa. “Jika seseorang membanting pintu, saya membayangkan itu adalah serangan udara,” katanya. 

Baca Juga

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Menurut pejabat Gerakan Perlawanan Palestina, partai politik Islam di Gaza, putaran terakhir serangan udara Israel, yang dimulai pada 9 Mei, menghancurkan 100 unit rumah dan merusak 2.000 bangunan. Koordinator Khusus PBB untuk Proses Timur Tengah, Tor Wennesland mengutuk serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil. Wennesland juga mengutuk penembakan roket yang “sembarangan” ke Israel.

Aktivis sosial, petugas medis dengan Bulan Sabit Merah Palestina, dan psikiater mengunjungi daerah yang terkena dampak untuk memberikan panduan pemulihan bagi anak-anak dan keluarga mereka. “Saya datang ke sini untuk mengalihkan diri dari tekanan,” kata Joudy Harb (11), saat relawan dengan kostum kartun melukis wajah anak-anak, mengajak mereka bermain dan menari. 

Menurut pejabat dari UNICEF, setengah dari anak-anak di Gaza – sekitar 500.000 anak – membutuhkan dukungan psikologis setelah 11 hari pertempuran pada 2021. Pejabat PBB dan pakar kesehatan mental Palestina mengatakan bahwa, demi kesejahteraan semua anak dan masa depan mereka, diperlukan solusi damai jangka panjang yang mencegah terulangnya perang dan berkelanjutan. 

Sumber:

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakGazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perjuangkan Hak Penduduk untuk Mengakses Layanan Kesehatan, WHO Adopsi Resolusi Kesehatan di Palestina

Next Post

Tentara Israel Pukul Dua Anak Palestina Bulan Lalu, Kasusnya Baru Diungkap Hari Ini

Adara Relief International

Related Posts

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza
Berita Kemanusiaan

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

by Adara Relief International
April 21, 2026
0
33

Citra satelit terbaru menunjukkan kontras tajam antara mandeknya rekonstruksi sipil dan percepatan pembangunan militer Israel di Jalur Gaza. Ini terjadi...

Read moreDetails
Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

April 21, 2026
20
Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

April 21, 2026
14
Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

April 21, 2026
23
Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

April 21, 2026
14
Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

April 20, 2026
17
Next Post
Tentara Israel Pukul Dua Anak Palestina Bulan Lalu, Kasusnya Baru Diungkap Hari Ini

Tentara Israel Pukul Dua Anak Palestina Bulan Lalu, Kasusnya Baru Diungkap Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630