Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Majelis Umum PBB memperingati Nakba Palestina padai Senin (15/5), kata sumber-sumber PBB dan Palestina. “Tahun ini menandai peringatan 75 tahun pemindahan massal warga Palestina yang dikenal sebagai ‘Nakba’ atau Malapetaka,'” kata PBB dalam pernyataan yang diposting di situs resminya. “Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak-Hak Rakyat Palestina (CEIRPP) akan memperingati 75 tahun Nakba di Markas Besar PBB di New York,” kata pernyataan itu, sekaligus mencatat ini adalah yang pertama dalam sejarah badan internasional tersebut.
“CEIRPP akan menyelenggarakan Pertemuan Khusus Tingkat Tinggi pada 15 Mei 2023, mulai pukul 10.00 hingga 12.30 (Waktu NY) di Ruang Konferensi 4,” kata pernyataan itu. “Acara Tingkat Tinggi akan dilakukan dalam enam bahasa resmi.” “Acara Tingkat Tinggi akan dipimpin oleh Ketua Komite, Duta Besar Cheikh Niang,” lanjut pernyataan itu, juga mencakup pidato utama oleh Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas, pidato Rosemary A. DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, pidato Komisaris Jenderal UNRWA, serta perwakilan Kelompok Regional dan masyarakat sipil.
Acara Peringatan Khusus akan diadakan di Balai Pertemuan Umum pada malam hari dari pukul 18.00 hingga 20.00 waktu New York. “Acara ini akan menghidupkan perjalanan Palestina dan menciptakan pengalaman Nakba yang mendalam melalui musik live, foto, video, dan kesaksian pribadi. Selain itu, ini adalah kesempatan untuk menyoroti bahwa tujuan mulia keadilan dan perdamaian, membutuhkan pengakuan realitas dan sejarah penderitaan rakyat Palestina dan memastikan pemenuhan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut.”
Merespon kegiatan tersebut, Israel mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan negara lain untuk memboikot peringatan Nakba. “Kami akan melawan kebohongan ‘Nakba’ dengan sekuat tenaga,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen, dalam sebuah pernyataan. “Kami tidak akan membiarkan warga Palestina terus menyebarkan kebohongan dan mendistorsi sejarah.”
Menurut surat kabar The Times of Israel, Kementerian Luar Negeri Israel meminta hampir 100 negara untuk tidak berpartisipasi dalam acara tersebut, yang diselenggarakan oleh misi Palestina di PBB. Sekitar 32 negara dilaporkan mengatakan mereka akan menjauh dari acara tersebut, termasuk AS, Inggris, Kanada, Ukraina, dan India.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








