Selama berminggu-minggu, Sudan mengalami konflik kekerasan. Setidaknya 450.000 anak di Sudan terpaksa meninggalkan rumah mereka karena pertempuran yang sedang berlangsung, menurut badan anak-anak PBB, UNICEF. Diperkirakan 82.000 anak telah melarikan diri ke negara tetangga dan sekitar 368.000 lainnya mengungsi, kata UNICEF dalam sebuah pernyataan hari Jumat (12/5).
“Konflik brutal di Sudan telah menimbulkan korban jiwa yang berdampak bagi anak-anak di negara itu,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell. “Ribuan orang telah mengalami peristiwa yang sangat traumatis atau terusir dari rumah mereka untuk mencari keamanan”. Lebih dari 164.000 orang mencari perlindungan di Republik Afrika Tengah, Chad, Mesir, Ethiopia, Libya, dan Sudan Selatan sejak kekerasan meletus pada 15 April, menurut badan pengungsi PBB.
UNICEF juga memperingatkan bahwa musim hujan dapat meningkatkan risiko penyakit. Badan tersebut juga menambahkan bahwa banyak komunitas yang menerima populasi pengungsi menghadapi banyak krisis, dengan kapasitas kemanusiaan yang berlebih.
Banyak PBB dan badan-badan lainnya telah menangguhkan bantuan ke Sudan, khususnya Khartoum, sebab menunggu jaminan bahwa persediaan dan staf mereka akan aman. Oleh karena itu, pihak-pihak yang bertikai di Sudan menandatangani komitmen pada Kamis malam (11/5) tentang pedoman untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan.
Sejak 15 April, lebih dari 750 orang telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam pertempuran.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








