Banjir melanda 6 kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), akibat hujan lebat yang terjadi sejak dua hari terakhir. Keenam kecamatan yang terdampak itu adalah Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Pauh Duo, Sangir, Sangir Batang Hari, Sangir Jujuhan dan Sungai pagu. Dari enam kecamatan tersebut, Kecamatan Sungai Pagu menjadi daerah yang terparah dengan ketinggian banjir mencapai 150 cm. “Terdapat enam dari tujuh kecamatan yang terdampak, kecuali Sangir Balai Janggo. Terparah itu terjadi di Sungai Pagu,” kata Bupati Solok Selatan, Khairunas dalam keterangannya.
Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Novi Hendrik, mengatakan hujan deras terjadi sejak pukul 02.00 WIB di hampir seluruh wilayah Solok Selatan. “Jam 5 subuh air mulai meluap dan merendam rumah warga,” kata Hendrik saat dihubungi dari Solok, Minggu (19/3). Adapun, menurut keterangan dari warga Kampung Terandam, Rahmad Fauzan, air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 04.00-05.00 WIB dan terus naik hingga siang hari.
Hendrik memperkirakan sedikitnya 1.500 rumah warga terdampak dan sekitar lebih dari 2.100 jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Selain banjir, longsor juga terjadi di sejumlah titik, seperti Sungai Kapur Kecamatan Sangir, Taratak Tinggi, dan Sungai Ipuh Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. “Untuk longsor, setidaknya ada dua rumah warga yang tertimpa. Selain itu, material longsor juga menimbun jalan. Ini data sementara,” katanya. Hendrik pun meminta warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Pemerintah berkomitmen akan segera menindaklanjuti kondisi saat ini. Bila perlu pemerintah akan mengarahkan evakuasi bagi masyarakat yang rumahnya masih belum bisa ditempati. Khairunas juga memastikan bahwa masyarakat yang terdampak akan mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah. Saat ini pemerintah sudah memberikan bantuan sembako dan makanan, sebanyak 1.800 bungkus makanan sudah dibagikan kepada masyarakat yang terdampak. Ke depan, pemerintah kabupaten berkomitmen untuk menghindari terjadinya masalah tahunan ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








