Topan Freddy menerjang wilayah Mozambik pada Sabtu (11/3) dan menelan ratusan korban tewas. Angin kencang itu juga mengakibatkan sebagian bangunan di negara Afrika itu rusak hingga banjir di sekitar Pelabuhan Quelimane. Setelah menerjang Mozambik, topan Freddy bergerak ke arah pedalaman Malawi hingga menyebabkan tanah longsor. Malawi menanggung beban paling berat, korban tewas di Malawi melonjak menjadi 190 dari 100 di laporan sebelumnya. Saat hujan lebat terus melanda Malawi pada Selasa (14/3), 584 orang terluka sementara 37 lainnya masih dilaporkan hilang, terang Departemen Penanggulangan Bencana negara tersebut.
Topan Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan berpotensi menjadi topan tropis terlama. Topan tersebut telah menewaskan banyak orang dan meninggalkan jejak kehancuran di Malawi dan Mozambik setelah mendarat untuk kedua kalinya selama akhir pekan. Topan tersebut terbentuk di barat laut Australia pada minggu pertama bulan Februari dan bergerak melintasi seluruh Samudra Hindia bagian selatan. Pada 21 Februari, Topan Freddy telah menghancurkan Madagaskar sebelum mencapai Mozambik pada 24 Februari.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Topan Freddy ditetapkan menjadi siklon tropis paling lama yang pernah tercatat. Organisasi Meteorologi PBB telah mengadakan panel ahli untuk menentukan apakah topan tersebut telah memecahkan rekor yang dibuat oleh Badai John pada 1994 yang berlangsung selama 31 hari.
Topan Freddy yang mendarat di Pelabuhan Quelimane di Mozambik pada Sabtu (11/3), telah merusak rumah dan lahan pertanian, meski tingkat kerusakannya belum jelas. Telekomunikasi dan infrastruktur penting lainnya masih terputus di sebagian besar Provinsi Zambezia yang terkena dampak. Hal ini menghambat penyelamatan dan upaya kemanusiaan lainnya.
Di Malawi, sebagian besar kerusakan yang terjadi pada rumah-rumah yang dibangun di daerah yang dilarang oleh undang-undang seperti di daerah pegunungan atau di dekat sungai. Sebab, di daerah tersebut terjadi tanah longsor, banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan sungai meluap. Topan tersebut telah memaksa pemerintah Malawi untuk menangguhkan sekolah di 10 distrik di wilayah selatan “sebagai tindakan pencegahan.” Freddy diperkirakan melemah dan bergerak ke laut pada Rabu (15/3), menurut Meteo-France.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








