Tekanan bertubi-tubi telah tertuju pada mantan pesepakbola dan pembawa acara BBC Sports, Gary Lineker, atas tweet tahun lalu ketika dia menyesalkan pembunuhan terhadap seorang pesepak bola Palestina, membuat Pengacara Inggris untuk Israel (UKLFI) mengecamnya. Lineker kemudian dipecat oleh BBC setelah gelombang kontroversi atas kritiknya terhadap sikap pemerintah Inggris seputar imigrasi yang “tidak berbeda dengan yang digunakan oleh Jerman pada 1930-an”.
Menyusul kecaman atas pemecatannya oleh banyak aktivis dan kolega, serta jatuhnya Pertandingan Olahraga BBC karena penolakan rekan-rekannya untuk bekerja, BBC mengonfirmasi bahwa Lineker akan kembali mengudara minggu ini. Meskipun demikian, UKLFI telah menambah kontroversi seputar presenter tersebut dan menuduh BBC telah “menghindari” keluhan yang dibuat oleh CEO-nya, Jonathan Turner, mengenai kecaman Lineker atas pembunuhan pasukan Israel terhadap Ahmed Daraghmeh, anggota dari klub sepak bola Palestina Tepi Barat, di Nablus pada bulan Desember.
Dalam postingan di situsnya, UKLFI menyatakan bahwa Lineker “tidak meminta maaf atau mengoreksi informasi yang menyesatkan dalam tweetnya meskipun hal itu menarik perhatiannya”. BBC awalnya menanggapi pengaduan tersebut pada 10 Januari 2023, dengan mengatakan bahwa “Gary tidak bermaksud menyampaikan poin politik. Kami telah memberikan kritik Anda kepadanya sehingga dia memahami kekhawatiran Anda.”
Namun, UKLFI bersikeras bahwa “tanggapan BBC tidak membahas poin utama, bahwa Tuan Lineker tidak mengoreksi Tweet setelah dia menyadari bahwa kecamannya itu menyesatkan”. UKLFI juga menunjukkan bahwa Lineker telah mengungkapkan pandangan pendudukan anti-Israel di tweet lain, seperti ketika dia pada November lalu menyebut penghancuran sekolah dasar Palestina oleh Israel sebagai kebijakan “mengerikan”.
Pada 1 Maret, BBC menanggapi dengan menegaskan kembali bahwa “Kami tidak memiliki apa pun untuk ditambahkan ke jawaban awal kami.” ULKFI kemudian meningkatkan keluhan tersebut ke Unit Keluhan Eksekutif BBC pada minggu lalu, menjadikannya sebagai masalah yang belum terselesaikan dan berkelanjutan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








