Sebanyak 30 orang dilaporkan meninggal akibat tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Juru Bicara Tanggap Darurat Patli Muhamad mengatakan berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (9/3) per pukul 11.50 WIB, sebanyak 30 korban tanah longsor itu telah teridentifikasi, “data meninggal sudah 30 orang, semua sudah teridentifikasi.” Sementara itu, sebanyak 24 orang dinyatakan masih hilang dan tiga orang dalam kondisi kritis. Data rumah tertimbun bertambah dari 27 rumah menjadi 30 rumah.
Patli menyebut total korban yang mengungsi akibat tanah longsor sebanyak 1.216 orang. Rinciannya yakni 219 orang di PLBN, 215 orang di Puskesmas, 500 orang di Pelimpak dan Mes Alfurqon, serta 22 orang di SMA 1 Serasan.
Ia melanjutkan, sampai saat ini pencarian terhadap korban longsor terus dilakukan, terutama karena cuaca sudah mulai cerah. “Beberapa bantuan seperti logistik pakaian, makanan, obat-obatan dan alat berat masih dibutuhkan,” kata Patli. Pemerintah kemudian menetapkan status masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari, menyusul terjadinya bencana tanah longsor di Natuna. “Status bencana tanggap darurat dengan masa tujuh hari terhitung sejak Senin (06/2)” ujar Patli.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








