Kekeringan dan krisis air mengancam sejumlah negara di Eropa. Hal ini terlihat jelas di Prancis yang telah mengalami kekeringan selama 32 hari berturut-turut tanpa hujan pada musim dingin. Prancis mengalami kekeringan bersejarah pada musim panas 2022, diikuti dengan musim dingin yang sama keringnya. Météo-France, badan prakiraan cuaca nasional, melaporkan bahwa Februari 2023 menjadi salah satu bulan terkering di Februari sejak 1959. Hal serupa juga dialami oleh negara Eropa lainnya, yaitu Inggris, Spanyol, dan Italia.
Suhu panas memicu kondisi kekeringan yang belum pulih dari banyak daerah. Bulan lalu, sebuah laporan yang diterbitkan oleh Nature Climate Change memperingatkan bahwa Pegunungan Alpen, pegunungan paling penting di Eropa yang memasok sungai, telah mengalami pengurangan durasi tutupan salju sebesar 5,6% per dekade selama 50 tahun terakhir. Hujan salju di Pegunungan Alpen Italia turun 53% dan ketinggian air di sungai terbesar Italia Sungai Po 61% di bawah normal, menurut para peneliti.
Keadaan darurat diumumkan Juli lalu di lima wilayah utara sekitar Sungai Po karena kekeringan tahun 2022. Air surut di Venesia membuat gondola dan taksi air tidak dapat bergerak karena kanal berlumpur dan fondasi bangunan di Kanal Besar telah terekspos. Danau Lac de Montbel yang terletak di Barat Daya Prancis 80% sudah mengering. Akibatnya, perahu-perahu dan beberapa kapal layar terbengkalai di sisi danau itu karena tak bisa berlayar. Setelah sebulan tanpa curah hujan yang signifikan, pemerintah Prancis bersiap menerapkan pembatasan penggunaan air sebagai tanggapan atas kekeringan musim dingin yang jarang terjadi.
Pada hari Rabu 1 Maret 2023, empat departemen Prancis telah dikenai pembatasan, seperti di Ain, Isère, Bouches-du-Rhône, dan Pyrénées-Orientales. Penduduk di daerah ini dilarang menyirami halaman rumput mereka, mengisi kolam renang mereka, dan petani dilarang mengairi tanaman mereka. Di saat yang sama, Departemen Yvelines dan Savoie juga telah menerapkan kewaspadaan pra-siaga tingkat rendah. Prancis pun kini hanya bisa berharap terhadap hujan yang diprediksi turun mulai saat ini hingga 15 Maret.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








