Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau mencatat sebanyak lima balita yang menderita gizi buruk meninggal dunia pada 2022. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan hal tersebut terjadi karena masih ada orangtua yang kurang mengetahui faktor penyebab gizi buruk. Salah satu faktornya adalah pemberian makan yang terlalu dini sehingga membuat tumbuh kembang anak menjadi tidak seimbang.
Meskipun diagnosis gizi buruk, lima balita tersebut juga mempunyai penyakit bawaan. “Dari lima balita yang meninggal akibat gizi buruk itu, ditemukan juga penyakit penyerta, jadi bukan sepenuhnya gizi buruk,” kata Did, yang kemudian mengimbau orangtua untuk selalu memperhatikan asupan gizi anak agar anak dapat tumbuh baik dan terhindar dari gizi buruk.
Analisis Gizi Dinas Kesehatan Kota Batam Dewi Cahaya mengatakan terdapat beberapa langkah untuk mencegah anak terkena gizi buruk, seperti melakukan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu setiap bulan.
“Bila ada yang berat badannya tidak naik, maka orangtua balita ini akan dikonseling untuk mencari penyebabnya dan diberi edukasi tentang cara pemberian makan bergizi seimbang,” kata Dewi.
Langkah selanjutnya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit infeksi yang bisa menyebabkan anak kehilangan berat badan. Selain itu pada saat melahirkan harus melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) untuk memberikan ASI eksklusif.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








