• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Kisah Anak-anak dari Wilayah Konflik yang Berjuang Menyeberangi Wilayah Mediterania Tengah

by Adara Relief International
Desember 20, 2022
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kisah Anak-anak dari Wilayah Konflik yang Berjuang Menyeberangi Wilayah Mediterania Tengah
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Omar*, seorang pemuda berusia 17 tahun, dulunya tinggal di Eritrea bersama ibu dan dua saudara laki-lakinya. Ketika kakak laki-lakinya terbunuh akibat kekerasan komunal, ibunya membujuknya untuk meninggalkan negara itu agar tidak terjerat dalam siklus balas dendam dan untuk mencari prospek hidup yang lebih baik. Meskipun bertentangan dengan keinginannya dan situasi keuangan yang terbatas, Omar turut pindah ke Sudan. Dalam kondisi tidak berdokumen, keluar dari sekolah, dan tidak dapat menemukan pekerjaan, Omar berisiko dilecehkan dan ditahan. Selain itu, dia juga takut pembunuh saudara laki-lakinya pada akhirnya akan mengejarnya.

Ketika Omar mengetahui bahwa sekelompok teman sebayanya bermaksud untuk bermigrasi ke Libya dengan bantuan seorang penyelundup, dia bergabung dengan mereka. Dia tidak tahu risiko yang akan dia hadapi di sepanjang jalan. Begitu sampai di Libya, anak-anak dipindahkan ke pedagang, ditahan untuk uang tebusan, dan disiksa. Setelah dua bulan, kelompok bersenjata menyerbu lokasi di al-Kufra, tempat mereka ditawan. Omar berhasil melarikan diri dan mencapai Tunisia, sementara kawannya yang lain hilang atau tewas.

Ini bukan hanya cerita Omar. Setiap tahun, puluhan ribu anak melakukan perjalanan berbahaya dari Timur dan Tanduk Afrika ke Eropa di sepanjang Rute Mediterania Tengah (CMR) yang membentang dari Afrika sub-Sahara. Mereka didorong oleh konflik, krisis iklim, penganiayaan, kesulitan ekonomi, dan kurangnya kesempatan di negara asal mereka.

Keluarga yang putus asa mengumpulkan dana berharga untuk membayar para penyelundup, yang seringkali adalah seseorang yang mereka kenal dan percayai di komunitas mereka. Hal tersebut dilakukan untuk membawa mereka dengan aman ke perbatasan internasional menuju kehidupan yang lebih menjanjikan. Tragisnya, banyak dari anak-anak ini harus menanggung akumulasi risiko, seperti kemungkinan kerja paksa, eksploitasi seksual, tebusan, penculikan, dan pelecehan.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

CMR adalah perjalanan yang panjang, tidak peduli dari mana dimulainya. Risiko yang dialami lebih sering dan lebih parah selama penyeberangan perbatasan, gurun, dan laut, terutama ketika anak-anak tidak dapat mengakses sistem pendukung mereka. Kamp-kamp yang diawasi dengan buruk, fasilitas penahanan, tawar-menawar dengan penyelundup tanpa kerabat dewasa, dan berhadapan dengan petugas penjaga perbatasan membuat keadaan semakin menantang. Selain itu, kerentanan, sifat, dan latar belakang etnis anak dapat meningkatkan bahaya berbagai bentuk eksploitasi. Penelitian mengungkap mekanisme koping yang digunakan anak-anak untuk melindungi diri dari konsekuensi terburuk eksploitasi. Namun, beberapa dari strategi ini dapat membahayakan anak-anak.

Anak laki-laki dan perempuan yang bermigrasi menghadapi risiko yang berbeda dan membutuhkan mekanisme penanggulangan yang berbeda. Di antara anak perempuan, pelecehan seksual dan pertukaran seks untuk kebutuhan dasar biasa terjadi di pusat-pusat migrasi besar. Praktik-praktik ini berkisar dari layanan seksual yang ditawarkan di kamar terpisah di salon kecantikan dan kedai teh di Khartoum hingga rumah bordil di Libya dan pernikahan kontrak di Mesir. Strategi pencegahan untuk anak perempuan adalah bepergian dengan orang dewasa terpercaya, menjaga kontak dekat dengan keluarga dan diaspora mereka, serta berbaur dengan penduduk setempat agar tidak terlalu terlihat. 

Beberapa gadis migran juga mengantisipasi kejadian buruk dan berencana untuk mengurangi konsekuensi yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, banyak di antara gadis yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka diperkirakan akan diperkosa dalam perjalanan sehingga mereka meminum pil kontrasepsi sebelum berangkat sebagai langkah mitigasi. Menurut seorang pekerja sosial di Tunisia, ‘korban (perempuan) menganggap risiko pemerkosaan sebagai hal yang wajar… semacam harga yang harus dibayar’.

Ketika tidak ada rute migrasi resmi; ketika kebijakan anti-perdagangan manusia didelegasikan ke kontrol migrasi; dan ketika ada akses terbatas atau tidak ada sama sekali ke perbatasan, risiko perdagangan anak dan eksploitasi (seksual) meningkat. Keterbatasan atau kurangnya akses yang memadai ke perlindungan dan layanan penting – yang paling umum terjadi di lingkungan yang tidak bersahabat – meninggalkan migran anak di bawah kekuasaan penyelundup dan pedagang.

Sumber:

https://www.savethechildren.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Indonesia Darurat Stunting: Angka Stunting Melebihi Batas Prevalensi Stunting Dunia dan Tertinggi ke-2 di Asia Tenggara

Next Post

Israel Deportasi Aktivis Palestina ke Prancis

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
15

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
27
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Israel Deportasi Aktivis Palestina ke Prancis

Israel Deportasi Aktivis Palestina ke Prancis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630