Mahkamah Agung Israel menyetujui banding dari Komite Pertahanan untuk Warga Palestina terhadap kasus Sheikh Yousef Al-Baz (64 tahun), dari kota Lod (22/9). Pengadilan juga memerintahkan untuk membatasi geraknya. Mahkamah Agung mengembalikan berkas kasus Al-Baz ke Pengadilan Distrik Israel di Lod untuk menentukan kondisi pembebasannya melalui pendaftaran elektronik. Pada 10 Agustus, Pengadilan Distrik Lod memperpanjang penahanan Sheikh Al-Baz sampai selesainya prosedur peradilan terhadapnya.
Zionis menahan Sheikh Al-Baz pada 17 Juni atas klaim hasutan di media sosial, mengacu pada tulisannya tentang serangan Israel di Gaza pada Mei tahun lalu, ketika ribuan warga Palestina di “Israel” yang turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap daerah yang diblokade.
“Saya menyarankan agar Anda menghentikan gangguan Anda, karena provokasi Anda akan membawa kami kembali [ke jalan] dan Anda akan membayar harga untuk tindakan ini,” tulis Al-Baz di Facebook, yang tertuju kepada Wakil Walikota Lod (Lydd), Yossi Harush, setelah tindakan keras Israel terhadap penduduk kota. “Dan, untuk perang yang Anda ancam kepada kami, Yossi Harush, kami berjanji bahwa kami akan dengan mudah menyerahkan jiwa kami untuk mengajari Anda bagaimana cara menghentikan intimidasi,” lanjutnya. Rekaman Al-Baz yang berbicara kepada warga Palestina yang mengklaim Polisi Israel melakukan “puluhan insiden pembantaian” dan bersumpah bahwa Israel akan “keluar dari tanah Palestina” sebelum orang-orang Palestina melakukannya, juga dirujuk.
Al-Baz menjabat sebagai Imam Masjid Agung Al-Omari di Lod sejak 1991 hingga 2018, dan masih menyampaikan khotbah di masjid-masjid lainnya di seluruh wilayah Palestina yang terjajah Israel. Mengomentari tulisannya, pria berusia 62 tahun itu berkata: “Itu Facebook saya. Saya bertanggung jawab untuk itu dan saya mendukung setiap kata yang saya kirim.” Ia juga menekankan bahwa mengkritik penjajahan Israel bukanlah hasutan. Menurut media Israel, dia tidak ditangkap selama protes pada bulan Mei karena takut hal ini akan memicu kerusuhan di jalanan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







