• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Kekejaman Penjara Israel Terhadap Murabithah Khodija Huwais

by Adara Relief International
November 1, 2017
in International
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Hanadi Hilwani
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada hari pertama saya di Penjara Ramla, mereka melepas peniti-peniti yang tersemat di jilbab saya. Setelah saya kembali dari pengadilan yang pertama. Mereka memberitahu, saya dilarang memakai manset di penjara dengan dalih hanya sebagai assesoris pakaian. Sipir penjara mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah yang berada didekatnya.

Saya bisa menerima larangan itu, namun lengan pakaian saya pendek, sehingga saya memerlukan manset itu.

Suatu malam, saat kembali ke sel, setelah seharian berada di Bosta, saya tidak membiarkan mata ini tertutup, hingga saya dipanggil untuk penyelidikan. Saya sudah mempersiapkan diri saya dan saya juga mencuci kaos kaki saya, dan memakainya dalam keadaan basah. Ketika sipir penjara memegang kakiku, ia berkata kepada saya, “Saat kamu kembali, saya akan melepas kaos kaki kamu!!”

Ketika saya kembali dari penyelidikan jam satu malam, sipir penjara telah menunggu saya, ia mengambil kedua kaos kaki saya dan melemparnya ke tempat sampah.

Sepuluh hari telah berlalu sejak saya ditangkap. Di dalam sel penjara saya terisolasi dari semuanya. Dalam sholat, tilawah Qur’an , do’a-do’a dan munajat saya kepada Allah Azza wa Jalla saya memohon agar Allah segera menghilangkan penderitaan ini, dan mengakhiri segala cobaan ini.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Mungkin saya adalah sebagian kecil tahanan yang tenang dan stabil, di tengah tahanan terisolasi lain  yang berteriak mencaci dan menggila.

Selesai dari pengadilan yang kelima, ketika saya kembali ke penjara, petugas memanggil saya dan mengatakan “Mulai hari ini dan seterusnya kamu tidak boleh memakai jilbab maupun pakaian di dalam sel Qassam ini!!”

Saya tidak tahu, dengan bahasa apapun saya berbicara untuk mengerti bahwa ini sama sekali tidak masuk akal, berkata-kata pun tidak membantu saya, saya mencoba terus bertahan, saya tidak menangis di depan sipir agar mereka tidak merasa gembira atas kemalangan saya, agar saya tidak putus asa dengan kekejaman ini.

Tapi saya tidak bisa menahan air mata saya hari itu, saya menangis di depannya dengan api kemarahan yang menyala, saya tidak bisa melakukan itu, dan saya tidak akan melakukannya !!

Saya sampai di pintu Qassam, sipir penjara menyuruh saya melepas jilbab, maka saya lepas, sekarang ia meminta saya untuk melepas pakaian saya, kalau saya menolak, akan dilepas secara paksa, dan saya terpaksa melepas pakaian saya di depan mereka.

Mereka memasukan saya ke dalam sel, ini puncak penderitaan saya, tangis saya langsung pecah, saya enggan melakukan apapun, saya coba untuk mengendalikan air mata saya, demi Allah air mata ini mengalir di luar kendali saya.

Sekarang usia saya 40 tahun dan saya tidak pernah melepas jilbab saya sejak berusia 7 tahun. Dan tidak ada satupun orang asing yang melihat saya tanpa pakaian sejak berusia 15 tahun.
Sekarang makhluk yang paling najis dan hina telah melihat saya tanpa jilbab dan pakaian.

Saya menangis sejadi-jadinya, menjerit, bertakbir.
Tidak ada yang menjawab, kecuali hanya dinding-dinding sel yang membisu.

Saya menangis hampir dua jam, saya shalat tanpa jilbab dan pakaian, saya berdoa agar Allah memberikan saya tidur yang nyenyak. memohon dijadikan hati ini tidak hanyut dalam tangisan.

Saya tidur hingga fajar, sejumlah sipir penjara masuk untuk mengabsen, saya kembali menangis. Saya menyembunyikan kepala saya di antara kedua tangan saya.

Ketika datang waktu dhuhur, sipir laki-laki datang untuk memeriksa sel, tangis saya kembali pecah. Saya mencoba meyakinkan mereka bahwa jilbab dan pakaian saya adalah bagian dari saya, mengambil keduanya seperti telah mengambil kulit saya dan menyayatnya.

Shalat saya tidak sah tanpanya, dan tidak ada seorang laki-laki pun yang boleh melihat saya tanpanya.

Suatu hari, saya dibawa ke sel yang lain, saya tidak tahu alasannya, saya berpikir saya akan menemukan keadaan yang lebih baik, ternyata ketika saya berada di sana, saya mendapati ruangan berdiameter dua meter, saya memeriksa kasur, maka saya mengangkat “kasur” itu, sungguh saya menemukan karat, air dan kecoa yang sudah mati, saya memeriksa toilet, penuh dengan limbah, kotoran, dan tisu. Saya membuka pompa toilet, sehingga menyedot semua kotoran dan najis, tampaknya semua sudah tersedot, dan saya tetap membiarkan pompa toilet itu tetap terbuka sepanjang malam, menyamarkan suara teriakan yang ada di dalam sel.

Dua kamera memantau tempat tidur, toilet, pintu kaca kamar mandi yang transparan dan rendah menampakkan apa yang ada dibelakangnya.
Sel ini berseberangan dengan ruangan sipir penjara. Semua yang di dalam dan di luar di periksa oleh para sipir. Mereka memeriksa seluruh pendatang baru sel yang kotor ini.

Tidak ada kamar mandi di dalam sel, tapi sel di dalam kamar mandi.

Saya mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat Isya’, saya shalat tanpa jilbab, tanpa pakaian dan tanpa sujud karena tanahnya najis.

Keesokan harinya, saya diberi jilbab dan pakaian untuk pergi ke pengadilan
Saya sampai ke pengadilan dengan keadaan lelah karena perjalanan dan tangis yang terus menerus. Setelah semalaman terpaksa tidak bisa tertidur karena suara air toilet dan rasa sedih yang teramat dalam.

Dalam foto itu, saya berulangkali mengatakan kepada pengacara bagaimana mereka meraih jilbab saya dan memaksa saya untuk melepaskan pakaian saya. Juga tentang kondisi sel baru yang kotor. Bagaimana, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, orang tersebut melihat saya tanpa pakaian dan saya shalat tanpa sujud ataupun penutup.

Pada hari itu, wajah saya mengungkapkan gambaran segala penderitaan dunia.

Ketika pengacara mengangkat masalah tentang saya, menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi dengan saya di dalam penjara, bagaimana mereka melepas jilbab dan pakaian saya, para peserta sidang merasa kesal dan mendesak pengadilan.
Pengacara saya berhasil memperoleh keputusan dari pengadilan, agar mereka tidak melepas jilbab dan pakaian saya, dan mengembalikan saya ke sel yang pertama.

Setelah saya kembali dari pengadilan, mereka memaksa dan mengambil kulit (pakaian) saya untuk kedua kalinya dan menempatkan saya ke dalam sel yang menjijikkan.
Tetapi saya tetap mempertahankan hak saya, saya menjerit dan bertakbir selama 4 jam, hingga akhirnya mereka mempertemukan saya dengan kepala sipir, saya menunjukkan hasil keputusan pengadilan, dan mereka harus mentaatinya.

Murabithah Khodija Huwais.

Terjemah oleh :
Ana Rahmawati
Adara Relief International

ShareTweetSendShare
Previous Post

7 Pemuda Gaza Tewas Karena Serangan Zionis di Khonyunus

Next Post

Balfour : 100 Tahun Deklarasi yang Menyengsarakan Perempuan dan Anak Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Balfour : 100 Tahun Deklarasi yang Menyengsarakan Perempuan dan Anak Palestina

Balfour : 100 Tahun Deklarasi yang Menyengsarakan Perempuan dan Anak Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630