Israel melakukan 66 pelanggaran terhadap jurnalis sepanjang Juli, kata Persatuan Jurnalis Palestina (PJS) pada Senin (8/8). Serikat pekerja mengatakan bahwa pelanggaran paling berbahaya terjadi ketika tentara Israel menembaki tiga wartawan di Tepi Barat dan melukai mereka. Tentara Israel juga mencegah tim media melakukan tugas mereka sebanyak 28 kali. Para jurnalis menjadi sasaran tabung gas air mata atau granat suara sebanyak 24 kali, dan dipukul dengan keras sebanyak tiga kali. Dua wartawan telah menjadi tawanan negara penjajah, dan tiga orang mendapat larangan bepergian. Tiga lainnya mendapat serangan oleh pemukim ilegal Yahudi.
Menurut serikat pekerja, Israel sengaja menargetkan jurnalis, meskipun mereka mengenakan rompi dan helm yang mengidentifikasi mereka sebagai personel media. Ini, tambahnya, adalah cara Israel menekan kebebasan berekspresi. Selain itu, platform media sosial menargetkan konten pro-Palestina. Setidaknya ada dua belas kasus halaman dan akun yang dilaporkan ditutup atau disensor.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







