Pabrik makanan di Jalur Gaza menghadapi krisis keuangan dan operasional hingga terancam berhenti beroperasi. Tekanan atas industri Gaza diperparah dengan harga tinggi global, yang menyebabkan lonjakan harga beberapa komoditas primer hingga dua kali lipat. Krisis listrik yang semakin parah juga meningkatkan biaya operasional dan memaksa produsen untuk menaikkan harga produk. Hal ini tidak sejalan dengan daya beli penduduk Gaza yang mengalami penurunan signifikan, mengingat kurangnya kesempatan kerja, upah rendah, serta ketidakstabilan pembayaran gaji dan iuran keuangan.
CEO Perusahaan Perdagangan Kacang Fayadh Abu Hamid, Alyan Abu Hamid, mengatakan bahwa blokade Israel yang terus-menerus di Jalur Gaza, secara signifikan telah memperburuk situasi industri Palestina. Ketua Dewan Direksi Grup Pabrik Sarayo Al-Wadiya untuk Industri Makanan, Wael Al-Wadiya, menegaskan bahwa dampak krisis yang berturut-turut terhadap sektor industri, yang paling utama adalah pencegahan masuknya suku cadang dan sebagian bahan baku dengan dalih dual use—fungsi ganda yang dikhawatirkan digunakan bukan untuk keperluan utama, melainkan militer.
Al-Wadiya menunjukkan bahwa harga tinggi global diatur oleh rasio dan kontrol tertentu, yaitu harga komoditas dinaikkan secara paralel dengan kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional. Akan tetapi, di Jalur Gaza, terdapat larangan menaikkan harga beberapa jenis kacang dan biskuit. Dia menjelaskan, “Karena keadaan harga tinggi yang mempengaruhi bahan baku, yaitu lebih dari 50%, kami terpaksa menaikkan harga beberapa jenis kacang sebesar 3%. Namun, kami terkejut dengan penolakan pemerintah atas kenaikan kecil ini.”
Krisis listrik juga memperburuk kondisi yang dihadapi pabrik-pabrik di Jalur Gaza. Selain bahaya pemutusan aliran listrik ke jalur produksi selama bekerja, pembatasan listrik juga membuat penghentian jam kerja yang panjang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Umum Perindustrian Kementerian Perekonomian, Raed Al-Jazzar, mengatakan bahwa ekonomi Palestina terpengaruh juga oleh krisis ekonomi global yang diakibatkan perang Rusia-Ukraina, terutama sektor industri makanan.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/economy/مصانع–غزة–الغذائية–أزمات–متفاقمة
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







