Jelang perjalanan Presiden Joe Biden ke Timur Tengah, pembukaan penerbangan haji langsung dari Israel ke Arab Saudi menjadi salah satu pertimbangan diskusi. Tujuannya adalah untuk memudahkan Riyadh menormalisasi hubungan dengan Israel.
Tim Biden dikatakan sangat ‘gelisah’ untuk dapat menghasilkan kesuksesan perjalanan itu. Setelah bersumpah untuk menjadikan Arab Saudi sebagai “negara paria” dan menganggap Putra Mahkota Mohammed Bin Salman bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi, pada 2018, Biden sangat sadar akan kebutuhan untuk membenarkan pembalikan kontroversialnya. Analis mengatakan bahwa memberi Israel hadiah normalisasi dengan Arab Saudi akan sangat membantu.
Penerbangan langsung untuk peziarah Muslim dari Israel ke Arab Saudi adalah proposal yang mudah dicapai. Tim Biden percaya bahwa ini dapat menjadi pertimbangan selama diskusi tanpa banyak perlawanan dari Riyadh. Warga Israel saat ini harus terbang ke Arab Saudi melalui Amman di Yordania jika akan menunaikan ibadah haji. Satu-satunya pilihan lain adalah perjalanan 1.000 mil melalui jalan darat.
Namun, pembukaan penerbangan tak lain hanyalah cara untuk membangun hubungan antara Riyadh dan Tel-Aviv. Keputusan tersebut akan mendorong Arab Saudi untuk sebuah prospek normalisasi penuh yang mengabaikan penderitaan rakyat Palestina. Ini akan menjadi pukulan besar bagi negara apartheid.
Baca juga “Israel Gunakan Kelompok Lintas Agama untuk Normalisasi Apartheid” di sini
Kemungkinan lain yang menjadi perhatian tim Biden adalah transfer dua pulau strategis di Selat Tiran dari Mesir ke Arab Saudi, sebuah langkah yang membutuhkan persetujuan Israel berdasarkan perjanjian damai 1979 dengan Mesir. Washington percaya bahwa menyelesaikan kesepakatan ini akan dapat membangun kepercayaan di antara para pihak dan menciptakan pembukaan untuk hubungan yang lebih hangat antara Israel dan Arab Saudi.
Riyadh memimpin Inisiatif Perdamaian Arab 2002, yang menawarkan kepada Israel formula komprehensif untuk perdamaian berdasarkan norma-norma internasional. Sebagai imbalan atas penarikan penuh Israel dari semua wilayah yang diduduki selama Perang Enam Hari Juni 1967, negara-negara Arab menawarkan normalisasi penuh hubungan diplomatik dengan negara pendudukan dan pengakuan haknya untuk hidup dalam perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut. Inisiatif tersebut mendapat pukulan telak ketika Israel menolak untuk mengakhiri pendudukan militer ilegalnya.
Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji bahwa dia akan membuat negara-negara Arab menormalkan hubungan dengan Israel tanpa menyerahkan wilayah apa pun kembali atau mengizinkan berdirinya kenegaraan bagi Palestina. Kedatangan mantan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Januari 2017 membuka jalan untuk mengubah apa yang dulunya merupakan fantasi sayap kanan Israel menjadi kenyataan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







