• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Naksa, 55 Tahun Pasca Pengusiran yang Membuka Episode Penjajahan Berkelanjutan

by Adara Relief International
Juni 10, 2022
in Artikel
Reading Time: 7 mins read
0 0
0
Naksa, 55 Tahun Pasca Pengusiran yang Membuka Episode Penjajahan Berkelanjutan
131
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jangan membaca tentang generasi kita yang kalah, Nak
Kita telah membuat harapan kecewa
Terpinggirkan layaknya kulit semangka
Usang dan dipukuli layaknya alas sepatu

(Nizar Qabbani, 1967)

Di sebuah komunitas Badui Khirbet al-Hama yang terletak di Lembah Yordan utara di Tepi Barat yang terjajah, Rafi Faqha (74 tahun), tidak pernah melewatkan satu pun hari tanpa permadani tradisional miliknya. Di rumahnya yang sederhana, ia memulai aktivitasnya dengan menghamparkan permadaninya yang berwarna cerah lalu menyikatnya hingga bersih. Kemudian ia akan menyeduh kopi dan mengambil Al-Qur’an besar miliknya dan membacanya di atas permadani tersebut.

Permadani tradisional miliknya adalah salah satu barang yang berhasil ia dan keluarganya bawa ketika Zionis mengusir mereka dari kampung halaman mereka di desa Bissan saat peristiwa Nakba pada tahun 1948[1]. Faqha dan keluarganya kemudian mengungsi ke Lembah Yordan tempat mereka menetap hingga sekarang, namun masih tetap menyimpan kenangan baik akan kampung halaman mereka. Salah satu kenangan tersebut adalah permadani tradisional miliknya.

Dari tempat tinggalnya sekarang, Faqha masih bisa melihat gedung-gedung yang berada di kampung halamannya. Ia mengatakan bahwa pada tahun 1948 ia sempat mengunjungi rumahnya di desa Bissan, namun yang ia dapat hanya kekecewaan. “Tanah dan toko kami semua masih tetap seperti semula, tetapi penduduknya adalah pemukim. Saya merasa sangat sedih setiap kali saya mengunjunginya,” ungkap Faqha.

Rafi Faqha dan permadani yang ia bawa dari kampung halamannya di desa Bissan
(Shatha Hammad/MEE)

Sebagai penduduk tertua di komunitasnya, Faqha telah merasakan semua kepahitan penjajahan Zionis. Usianya baru dua tahun saat terjadi peristiwa Nakba ‘48 yang membuat ia dan keluarganya terusir dari tempat tinggal mereka bersama dengan 300.000 penduduk desa Bissan lainnya. Jalan pikiran kanak-kanaknya membuatnya berpikir bahwa mereka hanya akan pergi selama beberapa hari, kemudian kembali pulang. Namun, kenyataannya, kedua orang tua Faqha bahkan meninggal dan pemakamannya jauh dari kampung halaman mereka sendiri.

Baca juga “Perjuangan Mahasiswa Palestina Menegakkan Keadilan di Universitas-Universitas” di sini

Tahun 1967, peristiwa Naksa terjadi. Seakan belum puas dengan Nakba pada tahun 1948, Zionis kembali melancarkan serangan hingga mereka berhasil mengambil alih wilayah-wilayah Palestina yang tidak bisa mereka rebut pada tahun 1948. Al-Quds (Yerusalem) Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta Dataran Tinggi Golan Suriah dan Semenanjung Sinai Mesir adalah beberapa wilayah yang berhasil Zionis kuasai.

Wilayah yang dikuasai Zionis pada tahun 1967, diarsir dengan warna hijau (AlJazeera)

Lembah Yordan tempat Faqha tinggal menjadi salah satu wilayah yang Zionis rampas. Faqha kemudian pindah ke Yordania, namun memutuskan untuk kembali lagi setelah 20 hari. “Kami masih di sini. Kami menolak untuk dipindahkan lagi.” demikian Faqha mengatakan. Setelah ia kembali, Zionis semakin gencar menyerang komunitasnya, menghancurkan sebagian besar rumah penduduk.

“Kami tinggal di sini tanpa infrastruktur dasar, tanpa air, tanpa listrik. Semua rumah terancam pembongkaran dan kami selalu menghadapi serangan harian oleh pemukim,” kata Faqha. “Satu tahun yang lalu, tentara membakar pohon zaitun di tanah kami sebagai bagian dari latihan militer yang mereka lakukan di daerah ini. Mereka menolak untuk mengizinkan kami mencapai pohon dan memadamkan api,” tambahnya

Ketika ada pertanyaan bagaimana nasib mereka apabila Zionis benar-benar mengambil alih Lembah Yordan, Faqha tertawa dan menjawab: “Apa lagi yang akan mereka ambil? Mereka mengendalikan segala sesuatu di Lembah Yordan. Mereka sepenuhnya mengendalikan air dan menyerahkannya kepada para pemukim, sama seperti mereka mengendalikan setiap inci tanah di sini. Apa lagi yang akan mereka ambil? Hanya udara yang tersisa untuk kami. Mereka belum menyitanya dari kami,” jawab Faqha.

Baca juga “Krisis Kemanusiaan di Gaza Derita Pengungsi Palestina dalam Blokade Israel” di sini

Faqha hanyalah satu dari banyak penduduk Palestina yang merasakan sakitnya berkali-kali terusir dari kampung halaman oleh Zionis baik itu saat peristiwa Nakba, Naksa, dan pengusiran yang terus berlangsung hingga saat ini. Jika ibarat sebuah buku, Nakba dan Naksa layaknya kisah bersambung yang saling terkait dan kemudian menyusun episode-episode penjajahan selanjutnya.

Nakba dan Naksa merupakan dua peristiwa yang tidak terpisahkan, namun tulisan ini akan lebih banyak membahas tentang Naksa. Nakba memang merupakan peristiwa yang sangat menyakitkan dan meninggalkan trauma mendalam bagi penduduk Palestina, tetapi Naksa adalah tragedi yang seakan menutup seluruh celah harapan bagi penduduk Palestina untuk kembali.

Naksa, yang berarti kemunduran, merupakan tragedi pengusiran besar-besaran yang terjadi pada 5 Juni 1967. Zionis melancarkan serangan terhadap Mesir, Yordania, Irak dan Suriah. Setelah merobohkan pertahanan udara negara-negara tersebut, Zionis kemudian mengambil alih Al-Quds (Yerusalem) Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta Dataran Tinggi Golan Suriah dan Semenanjung Sinai Mesir. Melibatkan beberapa negara, dapat dikatakan bahwa Naksa bukan hanya tragedi yang melibatkan Palestina, tetapi juga seluruh negara Arab.

Meskipun begitu, sebagai negara yang secara langsung terjajah oleh Zionis Israel, Palestina menerima dampak paling buruk dari peristiwa Naksa. Wilayah-wilayah Palestina yang tersisa sejak tragedi tahun 1948 membuat sekitar 300.000 penduduk Palestina kembali terusir dari tempat tinggal mereka ketika terjadi Naksa. Ditambah lagi dengan diambil alihnya kota suci Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa semakin memperburuk kondisi Palestina.

Baca juga “Pawai Yahudi, Parade Bendera yang Memicu Emosi Palestina” di sini

Pemimpin Israel David Ben-Gurion dan Yitzhak Rabin memimpin sekelompok tentara melewati Kubba as-Sakhrah di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) Timur pada Juni 1967 (AlJazeera)

55 tahun telah berlalu sejak terjadinya Naksa, namun penjajahan belum juga berhenti hingga detik ini. Sejak awal tahun hingga Juni 2022, Zionis dilaporkan telah menghancurkan 300 bangunan milik penduduk Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds, mengusir penduduk Palestina yang menetap di wilayah tersebut dan mengganti bangunan-bangunan Palestina menjadi permukiman-permukiman ilegal. Saat ini tercatat telah ada sekitar 650.000 pemukim yang tinggal di 164 permukiman ilegal, dan 124 pos militer di permukiman yang terletak di Tepi Barat dan Al-Quds.

Di Masafer Yatta, lebih dari 4000 warga Palestina yang tinggal di 12 desa di wilayah tersebut terancam akan terusir setelah Mahkamah Agung Israel menetapkan wilayah tersebut sebagai ‘zona latihan militer’. Selain itu, sebanyak 74 warga Palestina, termasuk 42 anak-anak juga terancam akan terusir dari tempat tinggal mereka di wilayah Silwan di Al-Quds tahun ini. Mengulang kembali Naksa yang terjadi puluhan tahun yang lalu.

Seorang anak Palestina mencari mainannya di antara puing-puing rumahnya di Masafer Yatta
(Shatha Hammad/MEE)

Sejak tahun 2009 hingga 2022, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs mencatat bahwa Zionis telah menghancurkan sebanyak 8.474 bangunan Palestina dan mengusir 12.586 penduduk dari seluruh wilayah Palestina. Jumlah ini akan terus bertambah apabila dunia internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia memilih untuk mengesampingkan permasalahan Palestina.

Sejak awal tahun 2022, Zionis juga dilaporkan telah membunuh 70 warga Palestina dari seluruh wilayah Palestina. Tidak hanya membunuh para pejuang Palestina dalam konfrontasi, Zionis juga membunuh 13 anak-anak tak bersalah dan membunuh 5 perempuan tanpa alasan. Zionis bahkan membunuh dua orang jurnalis yaitu Shireen Abu Akleh dan Ghufran Warasneh[2], mengabaikan hukum internasional yang melarang mereka untuk membunuh petugas media meskipun berada di tengah konfrontasi.

Baca juga “Dome of the Rock dan Kisah Abrahah yang Terulang” di sini

Naksa telah berlalu selama 55 tahun, namun atmosfer penjajahan belum juga hilang dari tanah Palestina. Pengusiran dan pembantaian masih berlangsung, bahkan terhadap perempuan dan anak-anak yang merupakan warga sipil yang seharusnya dilindungi. Akan tetapi, sekuat apa pun Zionis berusaha meluluhlantakkan Palestina, penduduknya akan tetap bergeming, memasang pertahanan melindungi tanah air mereka, meski nyawa adalah taruhannya. Seperti yang dikatakan oleh Rafi Faqha: “Kami masih di sini. Kami menolak untuk dipindahkan lagi.”

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana  jurusan Sastra Arab, FIB UI.

 

[1] Baca lebih lanjut di https://adararelief.com/nakba-malapetaka-yang-ditanggung-bangsa-palestina-bagian-i-1799-1936/

[2] Baca lebih lanjut di https://adararelief.com/pembunuhan-shireen-abu-akleh-upaya-membungkam-palestina/

 

Sumber:

https://101.visualizingpalestine.org/resources/glossary/naksa

https://www.ochaopt.org/data/demolition

https://www.addameer.org/statistics

https://www.#/20220605-remembering-the-naksa/

https://english.wafa.ps/Pages/Details/124889

https://www.haaretz.com/2011-06-06/ty-article/the-naksa-does-not-belong-to-the-palestinians/0000017f-dc67-df62-a9ff-dcf7e7160000

Baca Juga

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

https://www.middleeasteye.net/news/nakba-naksa-annexation-palestinian-family-history-displacement

https://www.aljazeera.com/features/2018/6/4/the-naksa-how-israel-occupied-the-whole-of-palestine-in-1967

https://www.trtworld.com/middle-east/why-do-palestinians-observe-naksa-36999

https://english.alaraby.co.uk/opinion/how-1967-naksa-changed-game-palestine

https://www.alhaq.org/advocacy/16942.html

https://www.arabnews.com/node/1685466/middle-east

 

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pujian terhadap Laporan PBB tentang Pelanggaran Zionis Israel di Yerusalem

Next Post

Aktivis Perempuan Tewas Akibat Ledakan

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
23

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
71
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Aktivis Perempuan Tewas Akibat Ledakan

Aktivis Perempuan Tewas Akibat Ledakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630