The American Road merupakan Jalan tol baru yang direncanakan akan menembus lingkungan warga Palestina yang dijajah di Al-Quds Timur dan menggusur ratusan warga. Pemerintah Kota ‘Israel’ di Al-Quds, yang mengatur sisi barat Israel dan sisi timur Palestina yang dijajah. “Jalan Amerika” ini akan menjadi jalan tol bypass besar yang menghubungkan permukiman ilegal di selatan, timur, dan utara di Al-Quds Timur. Jalan tersebut akan membentang sepanjang 12 kilometer dari pos pemeriksaan Mazmoriya dekat Sur Baher di tenggara Al-Quds, dan pos pemeriksaan militer Zayyim di utara.
Menurut Khalil Tafkaji, Direktur Unit Peta di Pusat Studi Arab di Al-Quds, Proyek ‘Jalan Amerika’ dibangun oleh kontraktor AS dan diperkirakan menelan biaya hingga $250 juta[1]. Proyek ini dipimpin oleh Moriah Jerusalem Development Corporation, yang terikat dengan pemerintah kota, dalam kemitraan dengan Kementerian Transportasi Israel.
Tafkaji, yang merupakan ahli dalam perencanaan permukiman, mengatakan bahwa Kementerian Transportasi Israel pertama kali mengusulkan proyek tersebut pada 1994. Deskripsi mendetail mengenai perencanaan proyek tersebut sudah dimulai pada 1996, sehingga menjadi jelas bahwa pemerintah Israel menjadikan Jalan Amerika ini sebagai proyek raksasa yang sangat ambisius.

Konstruksi The American Road, dilihat dari udara pada Mei 2020 di Sur Baher, Al-Quds. (Sumber: Reuter)
Awalnya, sebelum terjadi Perang Enam Hari pada Juni 1967, The American Road merupakan proyek yang diiniasi oleh pemerintah Yordania dengan menyewa perusahan konstruksi asal Amerika. Tujuan dari jalan tersebut adalah untuk menghubungkan desa-desa di tenggara Al-Quds di pinggiran Wadi an-Nar dan menyediakan rute lalu lintas alternatif ke Jalan Hebron yang berada di sisi perbatasan “Israel” (Palestina 1948).
Ketika Perang 1967 pecah dan bangsa Arab mengalami kekalahan, pembangunan Jalan Amerika dihentikan. Bagian selatan jalan raya yang sudah siap untuk diaspal, kemudian diaspal oleh Pemerintah Kota Al-Quds “Israel”—yang mencaplok Al-Quds Timur, dalam sebuah langkah yang belum mendapat pengakuan internasional. Sementara itu, bagian utara baru dalam tahap awal pekerjaan. Namun, rencana awal tersebut kemudian dimanfaatkan secara ilegal oleh Israel dalam sebuah rencana garis besar rinci untuk sebuah rencana yang disebut “Pembangunan Perkotaan Sepanjang Jalan Amerika”.[2]

Perubahan perencanaan pembangunan ini, menyebabkan perampasan tanah, penggusuran rumah, dan pengusiran warga Palestina, yang terus dilakukan oleh Israel. Tercatat sekitar 1.070 dunam (107 hektar) luas tanah dirampas dari lingkungan warga Palestina di Sur Baher, al-Sawahra, Jabal al-Mukaber, Jabal al-Zaytoon, Antara, dan al-Issawiya.
Dari gambar yang diberi judul “Israel Reshapes East Jerusalem” ini terlihat bagaimana jalan tersebut akan menghubungkan permukiman di timur Al-Quds dengan pusat kota dan dengan semua permukiman di barat Al-Quds[3], sehingga memudahkan perjalanan para pemukim dari blok permukiman Maale Adumim, Kedar, dan Mitzpe Yeriho[4].
Jalan Amerika juga akan melayani permukiman Gush Etzion, Efrat, dan Jabal Abu Ghneim, membantu memudahkan pergerakan pemukim ke timur laut Al-Quds untuk mengurangi lalu lintas di pusat kota, dan mengikat permukiman di dalam perbatasan kota dengan permukiman yang terletak di luarnya, dengan tujuan menerapkan visi Israel tentang Al-Quds Raya (The Greater Jerusalem).
Daniel Seidemann, seorang pengacara Israel, mewakili beberapa keluarga Palestina yang terkena dampak pembangunan tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa bypass itu cocok dengan strategi lama Israel yang selalu menggunakan proyek infrastruktur untuk mengamankan “pencaplokan de facto” sebuah wilayah.
Proyek raksasa ini sangat menguntungkan Israel tetapi merupakan mimpi buruk bagi Palestina. Israel mencaplok lingkungan tinggal warga Palestina, mengisolasi desa-desa serta kota-kota wilayah warga Palestina, serta merampas tanah mereka untuk tujuan membangun jalan tol tersebut. Proyek ini juga akan menghancurkan kelayakan Al-Quds Timur yang menjadi ibu kota Palestina.[5]
Seorang warga Palestina bernama Khaled Bashir (57), telah kehilangan dua rumah keluarganya di lingkungan Jabal Al-Mukaber karena dihancurkan oleh pemerintah Israel. Pada 2022, penghancuran yang ketiga, sudah menantinya di depan mata dengan dalih pembangunan rumah tanpa izin.[6] Bashir menyatakan bahwa ia telah mengurus perizinan selama bertahun-tahun tetapi seluruh upayanya ditolak oleh pemerintah Israel. Belakangan ia mengetahui bahwa Israel akan menggusur semua rumah Palestina di lingkungannya untuk dijadikan jalan bagi pemukim Israel, menjadikan ratusan warga Palestina menjadi tunawisma.

Menurut lembaga HAM Israel, B’Tselem, sepanjang 2021 di wilayah Al-Quds Timur, terdapat 160 bangunan milik Palestina yang dihancurkan oleh Otoritas Israel, 96 di antaranya merupakan tempat tinggal. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2016. Sementara itu, di Tepi Barat selama beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang stabil dalam penghancuran rumah: pada 2021, pasukan Israel menghancurkan 199 bangunan, 151 bangunan tempat tinggal pada 2020 dan 104 pada 2019.[7]
Sepanjang Januari 2022, terdapat 30 bangunan di Al-Quds yang dihancurkan oleh Israel. Dua belas dari bangunan yang dihancurkan adalah rumah; satu masih dalam pembangunan dan direncanakan untuk menampung tujuh keluarga, termasuk lima anak di bawah umur, dan 11 rumah lainnya merupakan tempat tinggal bagi 71 orang, termasuk 32 anak di bawah umur. Sementara 18 bangunan lainnya merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat mencari penghidupan.[8] Penghancuran bangunan milik Palestina selalu diiringi dengan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran untuk pemukim, termasuk pembangunan The American Road.
“Proyek Jalan Amerika ini memisahkan lingkungan Palestina di dalam kota,” Fadi Al-Hidmi, Menteri Urusan Al-Quds untuk Palestina, mengatakan melalui email kepada Reuter. Menurut Al-Hidmi, Jalan Amerika adalah bagian dari proyek jalan lingkar “ilegal” Israel, yang “mengelilingi Al-Quds Timur yang diduduki untuk semakin menghubungkan permukiman Israel dan memutus warga Palestina dari ibu kota Palestina yang diduduki di sisa-sisa wilayah Tepi Barat.”[9]
Bantahan datang dari Arieh King, Wakil Walikota Al-Quds dan tokoh terkemuka dalam gerakan pemukim kota, “Itu (Jalan Amerika) tidak menyatukan permukiman. Ini bukan tentang menyatukan perbatasan atau garis kota,” katanya. “Namun, untuk lebih menghubungkan mereka pada tingkat sehari-hari—apakah itu studi, pariwisata, atau perdagangan, yang kemudian dalam praktiknya, Anda menciptakan Yerusalem (Al-Quds) sebagi kota metropolitan.”
Namun demikian, kisah-kisah pembangunan jalan yang menghubungkan permukiman Israel, telah terbukti merugikan rakyat Palestina. Ketika pembangunan sudah rampung, akses Palestina terhadap infrastruktur akan terus dibatasi. Rute 60 adalah saksi bagaimana darah rakyat Palestina sering kali tumpah ketika melewati jalur tersebut[10]. Pembangunan jalan-jalan tersebut pada gilirannya akan menjadi tembok-tembok apartheid baru yang membuat rakyat Palestina semakin sulit menjangkau dan membangun tanahnya sendiri.
[1] https://www.timesofisrael.com/construction-begins-on-american-road-linking-jerusalem-area-settlements/
[2] https://bimkom.org/eng/the-american-road/
[3] https://www.graphicnews.com/en/pages/40291/israel-the-american-road
[4] https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-jerusalem-american-road-bypass-nightmare
[5] https://www.reuters.com/article/us-israel-palestinians-road-exclusive-idUSKBN23M1LM
[6] Op. cit.
[7] https://www.#/20220104-israel-demolished-295-palestinian-residential-structures-in-2021/
[8] https://www.btselem.org/video/20220203_demolitions_in_jm_area_jan_2022#full
[9] https://www.reuters.com/article/us-israel-palestinians-road-exclusive-idUSKBN23M1LM
[10] Lihat: https://adararelief.com/rute-60-jalan-kematian-bagi-penduduk-palestina/
Sumber:
https://bimkom.org/eng/the-american-road/
https://www.graphicnews.com/en/pages/40291/israel-the-american-road
https://www.instagram.com/p/Ca72QajOq0Q/?utm_medium=share_sheet
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-jerusalem-american-road-bypass-nightmare
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-jerusalem-demolish-health-centre-jabal-mukaber
https://www.#/20220104-israel-demolished-295-palestinian-residential-structures-in-2021/
https://www.palestinechronicle.com/israel-plans-road-connecting-west-bank-settlements-to-jerusalem/
https://www.reuters.com/article/us-israel-palestinians-road-exclusive-idUSKBN23M1LM
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.









Yaa Arrohamarrohimiin birohmatika nastagist….yaa arrohmamarrohimiin irhamhum…..Allohumanshur ikhwananal muslimiina wa mujaahidina fii Palestina~