• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Rachel Corrie, Perempuan Ikon Solidaritas Global terhadap Palestina

by Adara Relief International
Juni 10, 2022
in Artikel, Biografi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Rachel Corrie, Perempuan Ikon Solidaritas Global terhadap Palestina
194
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Rachel Corrie berusia 23 tahun saat buldoser tentara Israel menabrak dan melindasnya hingga terbunuh, pada 16 Maret 2003 di Gaza, Palestina.

Para saksi mata mengatakan bahwa buldoser dengan sengaja melaju ke arah Corrie yang pada saat itu mengenakan jaket berwarna jingga terang.

“Buldoser menuju ke arahnya dengan sangat lambat. Dia terlihat jelas, tepat di depan mereka,” kata kawannya sesama aktivis, Tom Dale, “Semua aktivis di sana berteriak, berlari ke arah buldoser, berusaha menghentikan mereka. Tapi mereka terus berjalan,” tambahnya. Richard Purssell, aktivis lain, mengatakan, “Sopir tidak memperlambat kecepatannya; dia hanya menabraknya. Kemudian dia membalikkan buldoser itu kembali ke atasnya lagi.”

Lahir pada 10 April 1979, perempuan berambut pirang itu bernama lengkap Rachel Aniene Corrie. Ia adalah seorang mahasiswa Evergreen State College, sebuah kampus lokal di Olympia, Washington. Dalam rangka tugas kuliah, ia datang ke Gaza untuk sebuah proyek kota kembar yang menghubungkan Rafah yang berada di Selatan Gaza dengan kota Olympia tempat kelahirannya. Di Gaza, ia terlibat dengan gerakan International Solidarity Movement (ISM) yang memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dalam melawan pendudukan Israel.

Pada Minggu, 16 Maret, pukul dua siang, Corrie menerima telepon seluler dari rekannya di ISM, “Orang-orang Israel telah kembali,” katanya kepada Corrie. “Cepat ke sini. Saya rasa mereka sedang menuju rumah Dr. Samir.”

Berita ini membuatnya khawatir. Ia mengenal keluarga tersebut dengan sangat baik. Doktor Samir Nasrallah adalah seorang apoteker Palestina yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya di kota Rafah, Jalur Gaza, beberapa ratus meter dari perbatasan Mesir. Corrie dan aktivis pro-Palestina lainnya yang berbasis di Rafah sering menghabiskan malam di rumah Nasrallah, berupaya menghalangi penghancuran rumah penduduk wilayah tersebut dan bertindak sebagai perisai manusia terhadap tank dan buldoser Israel. Hampir setiap bangunan lain di daerah itu telah dirobohkan dalam beberapa bulan terakhir.

Corrie yakin bahwa rumah Nasrallah akan dihancurkan, maka ia pun naik taksi ke lingkungan Distrik As-Salam. Jalan beraspal di pusat kota Rafah memberi jalan ke jalur berpasir yang dipenuhi dengan kebun zaitun, masjid, rumah sederhana, dan lapangan tanah tempat Corrie sering bermain sepak bola dengan pemuda setempat. Pukul 14.30, seorang tetangga Nasrallah bernama Abu Ahmed melihat aktivis itu bergegas melewati rumahnya. Abu Ahmed menggambarkan Corrie sebagai perempuan bermata cokelat, dengan tulang pipi tinggi, dan rambut pirang yang dikuncir kuda, ia membawa megafon di satu tangan dan jaket neon oranye di tangan lainnya. “Masuklah dan minum teh,” Abu Ahmed mendesaknya. Namun, Corrie memberitahunya bahwa ia tidak punya waktu. Abu Ahmed hanya bisa memperhatikannya saat ia menghilang di sudut rumahnya, menuju deru mesin.

Hingga kemudian peristiwa tersebut terjadi. Bertindak berani menghalangi buldozer Israel, Rachel Corrie dihancurkan sampai mati. Tengkoraknya retak, tulang rusuknya hancur, paru-parunya tertusuk. Ia terbunuh di tengah totalitas perjuangannya bagi rakyat Palestina.

Pemerintah Israel, yang jarang mengakui kematian warga sipil Palestina yang terbunuh selama operasi militernya, menolak bertanggung jawab atas kematian Corrie. Perdana Menteri Israel saat itu, Ariel Sharon menjanjikan kepada Presiden Bush sebuah “penyelidikan yang menyeluruh, kredibel, dan transparan.” Lalu Israel menyatakan pembunuhan itu sebagai “kecelakaan yang disesalkan” dan menyalahkan Corrie yang terlalu bersemangat dan aktivis lain yang bekerja sebagai tameng manusia. Tuduhan dan tuntutan balasan terus bermunculan, hingga fakta kematian Rachel Corrie larut menjadi berbagai versi kebenaran—tidak ada yang sepenuhnya meyakinkan.

Pada 2005, orangtua Corrie mengajukan gugatan kepada pemerintah Israel karena tidak melakukan penyelidikan penuh atas kematian putrinya. Dalam gugatan tersebut, mereka meminta Israel membayar kompensasi simbolis sebesar 1 Dolar Amerika Serikat, dan membawa kasus tersebut sebagai langkah keadilan bagi Corrie dan perjuangan rakyat Palestina yang dibelanya.

Pada Agustus 2012, pengadilan Israel menolak gugatan. Mereka tetap berpegang pada hasil investigasi internal mereka pada 2003, yang menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah kecelakaan, bahwa supir buldoser tidak melihat Corrie yang menurutnya berada dibalik gundukan tanah. Sebaliknya, Israel menuduh ISM bertanggung jawab sebagai akibat aksi mereka yang dianggap ilegal dan mendukung “teroris Palestina”.

Sebuah video yang dirilis pada 2006 di Youtube menunjukkan wawancara dengan Rachel Corrie pada 14 Maret 2003, dua hari sebelum ia dibunuh.

“Saya merasa seperti sedang menyaksikan penghancuran sistematis kemampuan orang untuk bertahan hidup. Ini mengerikan.” Kata Corrie, setelah sebelumnya menceritakan situasi mencekam di Palestina yang disaksikannya sehari-hari; Israel membunuh anak-anak, menghancurkan rumah, menghancurkan ekonomi, dan memblokade Gaza.

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Kehidupan dan perjuangan Rachel Corrie diabadikan dalam banyak penghormatan, di antaranya drama yang berjudul My Name Is Rachel Corrie dan sebuah paduan suara The Skies are Weeping. Tulisan-tulisannya dibukukan pada tahun 2008 berjudul Let Me Stand Alone, yang mengisahkan proses pendewasaan seorang wanita muda yang ingin membuat dunia sebagai tempat yang lebih baik. Sebuah lembaga sosial Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice didirikan untuk melanjutkan perjuangannya.

 

Penulis :

Ihdal Husnayain, SE, MSi (Han).
Penulis merupakan anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita anak dan perempuan Palestina. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UI dan telah menempuh pendidikan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia.

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie#cite_note-17

https://www.israelnationalnews.com/Articles/Article.aspx/3735

https://www.motherjones.com/politics/2003/09/death-rachel-corrie/

http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/3025016.stm

https://www.imdb.com/name/nm4133468/bio

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Nasib Tawanan Anak Palestina dalam Tahanan Militer Israel

Next Post

Orang-Orang Palestina Mengenang Aktivis Amerika Rachel Corrie

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
22

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
24
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Orang-Orang Palestina Mengenang Aktivis Amerika Rachel Corrie

Orang-Orang Palestina Mengenang Aktivis Amerika Rachel Corrie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630