Zaitun, Baju Zirah di Sekitar Bumi Palestina #Part 3 – Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2012 oleh The Applied Research Institute Jerusalem (ARIJ) memperkirakan bahwa sejak 1967, Israel telah mencabut 800.000 pohon zaitun Palestina di Tepi Barat.
Penghancuran pohon zaitun kemudian terus berlanjut hingga tahun 80-an dan 90-an. Selama intifada pertama antara 1988 dan 1992, sebanyak 90.000 pohon zaitun menjadi target tentara Zionis. Mereka menghancurkan pohon-pohon zaitun dengan dalih bahwa anak-anak Palestina suka melempar batu kemudian bersembunyi di balik pohon-pohon zaitun tersebut.
Kemudian antara 1993 hingga 2001, Zionis mencabut 280.000 pohon zaitun milik penduduk Palestina di wilayah Tepi Barat. Data pada 2001 saja, tercatat bahwa Zionis mencabut sebanyak 23.551 pohon zaitun yang mengakibatkan banyak keluarga Palestina kehilangan sumber pendapatan mereka. Pencabutan pohon zaitun ini digambarkan oleh Mahmoud Darwish di dalam puisinya :
Para tentara yang kejam itu menjungkilnya dengan sekop,
mencabut sampai akarnya dari saripati bumi
sehingga akarnya di bumi dan cabangnya di langit
diam tak menangis, tak bersuara.
Data pohon zaitun yang dicabut

Bagi penduduk Palestina, zaitun adalah bagian dari sejarah keluarga. Pencabutan atau penghancurannya juga berarti menghapus bagian dari sejarah keluarga Palestina. Seorang sosiolog Palestina bernama Baha Milo dalam International Conference on Palestine Kuala Lumpur (ICPKL) mengatakan bahwa, “Ketika Israel menghancurkan pohon zaitun, tindakan tersebut bagaikan menghancurkan sebuah keluarga, menghancurkan seseorang, menghilangkan salah satu warisan mereka di masa lalu.”[1]
Baca Zaitun, Baju Zirah di Sekitar Bumi Palestina #Part 2 disini
Ribuan tahun berdiri kokoh di Palestina, zaitun telah menjadi saksi atas kekejian yang dilakukan oleh Zionis Israel. Zaitun adalah simbol keterikatan penduduk Palestina dengan tanah mereka. Tahan kekeringan, tumbuh di bawah kondisi tanah yang buruk, hidup serta menghasilkan buah selama ribuan tahun, pohon-pohon zaitun tersebut mewakili perlawanan dan ketahanan penduduk Palestina dalam menghadapi pendudukan Israel. Pohon zaitun juga menyiratkan harapan, yang digambarkan oleh Mahmoud Darwish melalui puisinya :
Tetapi angin yang biasa saja,
tidak dapat memberikan ladang
untuk pemuja angin.
Kami akan selalu menjaga hijaunya
dan memberi baju zirah
di sekitar buminya
Melalui puisi tersebut, Darwish menegaskan bahwa penduduk Palestina tidak akan pernah menyerah untuk melindungi tanah airnya. “Kami akan selalu menjaga hijaunya, dan memberi baju zirah di sekitar buminya”. Layaknya pohon zaitun yang ribuan tahun berdiri kokoh melewati berbagai serangan, demikian juga penduduk Palestina akan terus berjuang mempertahankan zaitun dan tanah air Palestina, menjadi baju zirah yang melindungi di sekitar buminya.
Salsabila Safitri
Sumber :
Video : “Jika Zaitun Mengingat Penanamnya” diakses dari http://wafa.ps/Videos/Details/194
Hindun. 2016. Ragam Vegetasi dalam Puisi-Puisi Palestina. Atavisme, 19 (2) : 220-235.
Notulensi International Conference on Palestine Kuala Lumpur (ICPKL) dengan tema “Palestina, Budaya dan Warisan Ribuan Tahun” pada Sabtu, 27 Maret 2012.
https://www.aljazeera.com/news/2021/10/14/infographic-palestines-olive-industry
https://www.aljazeera.com/news/2021/10/13/palestine-olive-harvest-campaign-begins-to-help-farmers
https://www.aljazeera.com/gallery/2016/4/8/crafting-traditional-olive-oil-soap-in-palestine
https://visualizingpalestine.org/visuals/olive-harvest
https://www.#/20211013-9300-olive-trees-destroyed-by-israel-in-the-west-bank-in-one-year-says-icrc/
https://www.#/20211011-israel-settlers-attack-palestinian-olive-pickersnear-nablus/
https://www.#/20211013-israel-settlers-uproot-900-olive-trees-in-palestinian-farms/
https://www.#/20210217-why-is-israeli-settler-terrorism-escalating/
https://www.pcbs.gov.ps/statisticsIndicatorsTables.aspx?lang=en&table_id=902
https://qudsnen.co/?p=30015
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126324
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126438
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126394
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126363
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126348
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126342
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126338
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126310
https://english.wafa.ps/Pages/Details/126422
[1] Notulensi International Conference on Palestine Kuala Lumpur (ICPKL) dengan tema “Palestina, Budaya dan Warisan Ribuan Tahun” pada Sabtu, 27 Maret 2012.







