Jumlah tawanan Palestina yang melakukan mogok makan di penjara-penjara Zionis naik menjadi tiga belas, sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina. Para tawanan protes karena mereka ditahan di bawah penahanan administratif, tanpa tuduhan atau pengadilan. Di antara tawanan yang baru mengikuti aksi tersebut adalah Alaa El-Din Khaled Ali dari Ramallah dan Ahmed Abdel-Rahman Abu Sale, Muhammad Khaled Abu Sale, Hussam Taysir Rabie dan Fadi Al-Amour, semuanya dari Hebron.
Menurut klub tawanan Palestina, aksi ini merupakan bentuk solidaritas dengan delapan orang yang sebelumnya telah melakukan aksi mogok makan.
Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan mengatakan bahwa Muayyad Al-Khatib, 21, dari Betlehem telah menderita penurunan berat badan yang parah, pendarahan perut, dan mulai muntah darah. Organisasi itu menambahkan bahwa mereka menganggap pihak berwenang Zionis Israel bertanggung jawab penuh atas kondisi dan hidupnya.
Baca juga: Polisi Zionis Menahan 11 Warga Palestina di Deir al-Asad
Zionis menahan sekitar 4.850 warga Palestina, termasuk 41 wanita dan 225 anak-anak. Tercatat 540 warga berstatus sebagai tawanan administratif di penjara Zionis.
Sumber: #
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








