Sebanyak 3.398 tahanan administratif Palestina saat ini berada di penjara-penjara Israel, termasuk 90 anak-anak dan 30 perempuan, ungkap sebuah pernyataan bersama dari Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina pada Rabu (30/10).
Karena tawanan administratif di penjara Israel mencakup 33% dari seluruh tawanan, pernyataan bersama tersebut menunjukkan bahwa kejahatan penahanan administratif telah meningkat dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober tahun lalu, otoritas Israel telah mengeluarkan lebih dari 9.500 perintah penahanan administratif. Ada 90 anak yang ditahan dalam penahanan administratif, termasuk seorang anak berusia 14 tahun, Ammar Abdul Karim. Pernyataan itu menunjukkan bahwa lebih dari 11.500 penangkapan dilakukan di Tepi Barat selama periode pelaporan yang sama. 10.100 tawanan Palestina saat ini ditahan di penjara Israel di tengah kondisi penahanan yang sulit.
Selain itu, media Israel juga melaporkan bahwa tentara Israel telah menahan 1.500 jenazah warga Palestina yang diduga pejuang Hamas di pusat penahanan di Sde Teiman sejak 7 Oktober. Jenazah tersebut disimpan dalam lemari pendingin dan diidentifikasi dengan nomor. Banyak di antaranya dalam kondisi buruk, ada yang membusuk, beberapa kehilangan anggota tubuh, dan lainnya sulit dikenali. Namun, semua keputusan untuk mengembalikan jenazah ada di tangan pemerintah Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








