• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

81% Tenda Pengungsi Gaza Sudah Tidak Layak Pakai

by Adara Relief International
November 26, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, News, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
81% Tenda Pengungsi Gaza Sudah Tidak Layak Pakai

Warga Palestina yang mengungsi memeriksa tenda yang rusak akibat naiknya permukaan air laut dan hujan lebat, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 25 November 2024. [REUTERS/Hatem Khaled]

26
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Hujan deras yang membanjiri perkemahan pengungsi Palestina di Jalur Gaza pada hari Senin (25/11) semakin menambah penderitaan musim dingin bagi masyarakat Gaza. Sementara itu, pasukan Israel semakin meningkatkan serangan di wilayah tersebut, demikian laporan Reuters.

Hujan yang turun sepanjang malam membasahi tenda-tenda pengungsi, bahkan di beberapa tempat menghanyutkan tempat berlindung dari plastik dan kain yang digunakan oleh warga Gaza.

Sejumlah orang mencoba melindungi tikar mereka dari air dengan menempatkan ember di tanah, sementara yang lain menggali parit untuk mengalirkan air dari tenda mereka. Banyak tenda yang digunakan sejak awal agresi kini sudah usang dan tidak lagi memberikan perlindungan memadai, sementara harga tenda dan terpal plastik melambung tinggi, tak terjangkau bagi para pengungsi.

Suad Al-Sabea, seorang ibu dari enam anak di Gaza utara, kini tinggal di ruang kelas dengan jendela-jendela yang pecah di sebuah sekolah yang menampung keluarga pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Sabea mencari nafkah dengan menjual roti yang dipanggang di tungku berbahan bakar kayu untuk menghidupi anak-anaknya. Namun, hujan merusak tepung dan tungkunya, mengancam sumber penghasilannya.

“Kami khawatir dengan hujan,” kata Sabea. “Adonan roti saya terendam air, banyak kasur basah kuyup. Hujan menetes di atas kepala saya, namun saya tetap memanggang demi kebutuhan anak-anak saya,” ungkapnya kepada Reuters.

Di perkemahan lain yang lebih dekat ke pantai, banjir merendam tenda-tenda, bahkan beberapa tenda tersapu gelombang tinggi.

“Laut menyeret anak perempuan kecil kami. Syukurlah kami berhasil menyelamatkannya,” kata Mariam Abu Saqer, yang sebelumnya tinggal di tenda di tepi pantai sebelum tendanya dibanjiri air laut.

“Ke mana pun kami pergi, mereka bilang tidak ada tempat untuk kami,” tambahnya.

Layanan Darurat Sipil Palestina melaporkan bahwa ribuan orang terdampak banjir musiman. Layanan tersebut mendesak para donor untuk menyediakan tenda serta karavan baru guna melindungi mereka.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan di platform X (Twitter) bahwa hujan pertama musim dingin ini membawa lebih banyak penderitaan. “Sekitar setengah juta orang berisiko terkena banjir,” tulisnya. “Keadaan akan semakin buruk dengan setiap tetes hujan, setiap bom, dan setiap serangan.”

Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) mengatakan bahwa sekitar 10.000 tenda hanyut atau rusak akibat badai musim dingin. GMO memohon bantuan internasional untuk menyediakan tenda bagi keluarga pengungsi guna melindungi mereka dari banjir hujan.

“Menurut tim penilaian lapangan pemerintah, 81% tenda pengungsi tidak dapat digunakan lagi. Dari 135.000 tenda, 110.000 tenda sudah benar-benar usang dan sangat perlu diganti,” kata GMO dalam sebuah pernyataan.

GMO mengimbau masyarakat internasional, organisasi PBB, dan organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan guna menyediakan bantuan yang diperlukan bagi para pengungsi.

Ia juga mengimbau negara-negara Arab dan Islam, terutama Mesir, untuk memfasilitasi bantuan dan akses tenda ke Jalur Gaza untuk melindungi 2 juta orang yang mengungsi.

 

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza

Di sisi lain, serangan militer Israel semakin intensif di seluruh wilayah Gaza. Di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, serangan udara Israel membunuh setidaknya empat orang, menurut petugas medis. Sementara itu, di utara Gaza, tank-tank Israel meningkatkan serangan mereka di Beit Hanoun, Beit Lahiya, serta kamp pengungsi terbesar, Jabalia. Petugas medis melaporkan tujuh warga Palestina terbunuh dalam dua serangan udara Israel di wilayah Jabalia.

Pada Senin (25/11), penduduk melaporkan bahwa pesawat Israel menyebarkan selebaran dan peta di Beit Lahiya, memerintahkan penduduk untuk mengungsi ke selatan karena wilayah utara akan diserang. Penduduk menyatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan ratusan rumah sejak melanjutkan operasi di daerah disebut Israel telah “dibersihkan” dari para pejuang.

Pihak Palestina menuding Israel berupaya mengosongkan daerah itu secara permanen untuk menciptakan zona penyangga di sepanjang tepi utara Gaza. Operasi militer Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 44.200 orang dan membuat hampir seluruh penduduk mengungsi setidaknya sekali, menurut pejabat Gaza. Wilayah pesisir yang sempit itu kini sebagian besar berubah menjadi puing-puing.

 

Sumber: 

https://www.reuters.com

https://english.palinfo.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Human Rights Watch: Israel Sengaja Membunuh Tiga Jurnalis Lebanon

Next Post

130.000 Anak di Gaza Utara Kehilangan Makanan dan Obat Selama 50 Hari Pengepungan

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
26

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
19
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
18
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
20
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
130.000 Anak di Gaza Utara Kehilangan Makanan dan Obat Selama 50 Hari Pengepungan

130.000 Anak di Gaza Utara Kehilangan Makanan dan Obat Selama 50 Hari Pengepungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630