Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Rabu (12/2) melaporkan upaya untuk meningkatkan bantuan kepada penduduk Jalur Gaza, dengan mengirimkan setidaknya 801 truk.
“PBB dan mitranya memanfaatkan setiap kesempatan dalam gencatan senjata untuk meningkatkan penyediaan air, makanan, tempat tinggal, kesehatan, sanitasi, kebersihan, pakaian, pendidikan, dan bantuan lainnya kepada rakyat Gaza,” kata OCHA, menambahkan bahwa 801 truk memasuki daerah kantong “melalui interaksi dengan Israel dan mediator untuk kesepakatan gencatan senjata.”
Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menambahkan bahwa bantuan makanan telah mencapai 1,2 juta orang dalam dua pekan pertama gencatan senjata. OCHA melanjutkan, “Agensi ini membuka 37 tempat penampungan baru bagi orang-orang yang kembali ke utara, menyediakan tenda, selimut, terpal plastik, dan pakaian musim dingin yang hangat.” “Pada pekan lalu, UNRWA menampung sekitar 120.000 orang di 120 tempat penampungan, termasuk lebih dari tiga puluh penampungan yang dibuka sejak gencatan senjata,” tambahnya.
Menurut OCHA, Dana Anak-anak PBB (UNICEF) juga telah menyediakan makanan pelengkap siap saji untuk lebih dari 10.000 anak di bawah usia 2 tahun sejak gencatan senjata dimulai. “OCHA menekankan bahwa gencatan senjata harus terus berlanjut demi mempertahankan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza,” katanya.
Di Tepi Barat, OCHA melaporkan bahwa operasi tentara Israel di daerah utara “terus menyebabkan korban sipil dan pengungsian, serta kerusakan infrastruktur.” Eskalasi di Tepi Barat beriringan dengan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan di Gaza pada bulan Januari setelah lebih dari 15 bulan pengeboman Israel menargetkan hampir 48.200 warga Palestina dan menghancurkan daerah kantong itu.
Sejak genosida dimulai pada 7 Oktober 2023, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh sedikitnya 910 warga Palestina di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Pada bulan Juli, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa penjajahan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah ilegal dan menuntut evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








