Stunting masih terus menjadi masalah di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada anak. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan sebanyak 777 anak di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, rawan tengkes atau stunting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 anak sudah dinyatakan lulus atau keluar dari status tersebut. Ia menjelaskan kondisi lulus ditandai dengan tinggi dan berat badan yang naik sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Ditemukan sementara waktu 777 yang rawan ya, rawan stunting. Dengan adanya Pak Lurah, Pak Camat, Pak Walikota, Ibu kepala dinas yang turun langsung maka tingkat keberhasilan di Cilincing sudah lulus kira-kira 134,” kata Heru di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/1).
Heru menyatakan kondisi anak-anak yang rawan stunting rata-rata tetap ceria, tetapi ada kekurangan tinggi badan. Tengkes atau stunting merupakan gagal tumbuh kembang akibat kurang gizi. “Anak-anaknya ceria, sehat, cuma tingginya agak kurang. Tadi ada yang kurang 2 cm, 3 cm, atau kurang 1 cm dari standar WHO,” katanya.
Selain Cilincing, wilayah lain di Jakarta Utara juga mencatat kasus serupa. Di Koja terdapat 144 anak yang rawan stunting dan di Penjaringan sebanyak 115 anak. Kendati demikian, beberapa wilayah mencatat penurunan angka stunting. Heru menyebutnya sebagai anak lulus stunting. “Di Tanjung Priok keberhasilannya 14 persen, di Cilincing 17 persen. Pademangan keberhasilan lulusnya 10 persen, dan seterusnya termasuk di Kelapa Gading 22 persen,” jelas Heru.
Stunting bisa dicegah, salah satunya dengan memberikan si kecil beberapa makanan pencegah stunting, seperti lauk-pauk mengandung protein, karbohidrat yang bervariasi, camilan sehat, dan ASI eksklusif.
Sumber:
https://megapolitan.kompas.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








