Institut Demokrasi Israel melakukan sebuah studi pada bulan Maret mengungkapkan bahwa 60 persen orang Yahudi Israel menginginkan pemisahan dari warga Palestina di Israel. Angka tersebut secara signifikan lebih tinggi jika bandingannya dengan studi institut sebelumnya pada April 2021, yang hanya berjumlah 45 persen. Akan tetapi, hampir tidak ada perubahan dalam tingkat dukungan untuk hidup terpisah di antara responden Arab, yang merupakan 20 persen dari populasi Israel.
Data tersebut merupakan bagian dari studi “Kemitraan Terbatas” yang meneliti hubungan Yahudi-Arab di Israel. Penelitian tersebut melibatkan 760 responden Yahudi dan Arab. Hasil survei datang bersamaan dengan jajak pendapat baru-baru ini yang kelompok riset Kongres Israel lakukan yang menemukan bahwa ketidakpercayaan dan permusuhan antara orang Arab dan Yahudi di Israel meningkat.
Baca juga “Yahudisasi Palestina: Upaya Zionis untuk Menghilangkan Tanah, Etnis, Wilayah dan Situs Suci di Palestina.” di sini
Sumber:
https://www.#/20220606-60-of-jewish-israelis-want-segregation-from-palestinian-citizens-of-israel/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








