Selama bulan Juli 2023, sebanyak 6.558 pemukim menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem). Jumlah tersebut menjadi jumlah tertinggi sejak awal tahun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Pada hari Senin, 31 Juli 2023, 133 pemukim Israel, yang dilindungi oleh pasukan pendudukan Israel, melakukan dua putaran penyerangan, satu di pagi hari dan satu lagi di malam hari. Para pemukim ini melakukan tur provokatif di dalam masjid, menerima penjelasan tentang dugaan “kuil” dan melakukan ritual Talmud di bagian timurnya.
Serangan itu bertepatan dengan meningkatnya ketegangan karena pemukim ekstremis bertekad untuk mendirikan “kuil”. Mereka telah merencanakan persiapan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan dukungan penuh dari pemerintah sayap kanan Israel.
Situasi di Masjid Al-Aqsa tetap sangat sensitif, dengan meningkatnya pelanggaran harian dan serbuan oleh para pemukim. Penyerbuan tersebut merupakan upaya mereka untuk melakukan kontrol penuh atas Al-Aqsa baik secara temporal maupun spasial.
Kamis lalu, 2.180 pemukim, dipimpin oleh ekstrimis Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, menyerbu Al-Aqsa. Mereka memperingati hari yang mereka sebut sebagai “penghancuran kuil.” Penyerbuan ini dilakukan sebagai tanggapan atas seruan organisasi pemukim. Organisasi tersebut telah berupaya selama berminggu-minggu untuk memobilisasi serangan besar-besaran ke halaman masjid untuk memperingati peristiwa tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








