Lebih dari 6.000 truk bantuan berisi makanan dan pasokan penting tertahan di Yordania dan Mesir karena pembatasan ketat dari Israel. Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyebut bahwa kelaparan di Gaza adalah krisis buatan manusia yang hanya bisa diakhiri melalui kemauan politik, “Buka pengepungan, buka gerbang, dan beri akses yang aman serta bermartabat kepada mereka yang membutuhkan.”
Ia menekankan bahwa pengiriman bantuan melalui jalur darat jauh lebih efektif, cepat, aman, dan manusiawi dibandingkan dengan metode airdrop (dijatuhkan dari udara). Ia juga membantah tuduhan penyelewengan bantuan, dengan mengutip laporan USAID yang menyatakan tidak ada bukti bahwa Hamas mendapat manfaat dari bantuan kemanusiaan AS di Gaza.
Program Pangan Dunia (WFP) menyoroti lambatnya persetujuan dari pihak Israel yang membuat jalur bantuan tidak optimal, bahkan ketika Israel mengumumkan “jeda kemanusiaan” 10 jam per hari di sebagian wilayah Gaza. Ross Smith, Direktur Kedaruratan WFP, menyatakan bahwa tanpa izin cepat, jeda kemanusiaan itu tidak akan bisa dimanfaatkan. “Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya kata-kata,” ujarnya.
Data PBB menunjukkan bahwa dari total 1.718 truk WFP, hanya kurang dari 8% yang berhasil mencapai tujuan akhir di dalam Gaza sejak blokade diketatkan pada 19 Mei. Banyak truk yang harus menunggu hingga 10–20 jam di titik perlintasan, di tengah kerumunan ribuan warga yang kelaparan. Sistem distribusi Israel juga mewajibkan truk lokal dari Gaza untuk menjemput bantuan dari titik serah, yang memperburuk keterlambatan dan kekacauan di lapangan.
Sejumlah negara seperti Yordania dan Uni Emirat Arab kembali melakukan airdrop bantuan, namun WFP menyebut cara ini hanya bersifat simbolis dan bukan solusi yang efektif.
Kelaparan massal di Gaza kini terus memburuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut malnutrisi telah berada dalam fase kritis. Sementara itu, Israel terus menolak seruan gencatan senjata dan tetap menggempur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan lebih dari 59.700 warga Palestina terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sumber:
https://www.#/20250726-gaza-hunger-deepens-as-6000-aid-trucks-await-entry-un-agency-for-palestinian-refugees/
https://www.newarab.com/news/wfp-urges-quick-approvals-israel-trucks-move-gaza








