Lebih dari 55 pengungsi Palestina telah tewas dalam gempa besar yang melanda Turki dan Suriah pada dini hari Senin (6/2)), Duta Besar Palestina untuk Turki telah mengonfirmasi. Faed Mustafa mengatakan kepada kantor berita Wafa bahwa 13 jenazah telah diangkat dari bawah reruntuhan di Kamp Pengungsi Raml di Latakia, 5 jenazah di Jableh, 3 di Aleppo, dan 1 di Kota Jindires, Suriah.
Menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), kamp pengungsi di Latakia di pantai Suriah dan Nairab, dekat Aleppo, adalah kamp pengungsi Palestina yang paling terkena dampak dibandingkan dengan 12 kamp pengungsi lainnya. Tiga rumah runtuh di Kamp Latakia, berdampak pada 25 orang. UNRWA juga menambahkan bahwa sekitar 90 persen dari keluarga pengungsi Palestina di Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan karena gempa bumi. Pihak berwenang khawatir jumlah korban tewas akan terus meningkat. Saat tim penyelamat terus mencari korban selamat di antara puing-puing dan reruntuhan.
Gempa berkekuatan 7,8 SR telah merenggut lebih dari 5.000 nyawa dan melukai 20.000 orang dengan ribuan bangunan runtuh di Turki dan Suriah. Ratusan gempa susulan telah dilaporkan dan upaya penyelamatan untuk menemukan korban selamat masih berlangsung. Di beberapa provinsi yang terkena dampak di Turki, 50 persen orang menjadi pengungsi, sementara di Suriah, juru bicara UNHCR Matthew Saltmarsh menggambarkan keadaan darurat gempa bumi sebagai “pukulan palu godam” bagi populasi pengungsi yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tabungannya telah habis, ditambah dengan kondisi musim dingin dan badai salju, serta konflik yang belum juga berakhir.
Sumber:
https://www.palestinechronicle.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








