JAKARTA-Di akhir tahun 2025, penduduk Gaza menghadapi beberapa penderitaan sekaligus: kelaparan, kedinginan, dan ketakutan. Musim dingin yang hadir di tengah-tengah kehancuran Gaza telah meninggalkan penduduk Gaza dalam kedinginan tanpa atap untuk bernaung dan pakaian hangat untuk menahan suhu ekstrem. Untuk membantu menghadirkan kembali kehangatan di Jalur Gaza, pada 9 Desember 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 303 anak di Gaza selatan.

Genosida dan blokade telah menjadi dua faktor utama yang menyebabkan penderitaan penduduk Gaza selama dua tahun terakhir. Akan tetapi, setiap penghujung tahun, akan ada satu faktor tambahan yang menambah penderitaan penduduk Gaza, yaitu hadirnya musim dingin. Di tengah runtuhnya infrastruktur dan kehilangan rumah serta harta benda, sangat sulit bagi penduduk Gaza untuk bertahan menghadapi badai, suhu ekstrem, dan banjir yang melanda saat musim dingin.
Dua tahun genosida telah membuat nyaris seluruh penduduk Gaza terusir dari rumah mereka. Kebanyakan dari mereka kemudian terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian yang tidak bisa melindungi dari udara dingin dan wabah penyakit. Sementara itu, beberapa orang memilih untuk tinggal di reruntuhan rumah mereka yang telah dihancurkan oleh serangan Israel, namun itu tidak membuat kondisi menjadi lebih baik karena tidak ada perlengkapan yang tersedia untuk menghadapi musim dingin.

Di tengah dinginnya Gaza yang dilanda genosida, Sahabat Adara bersama Adara Relief International berusaha hadir untuk membawa kehangatan kembali memasuki Gaza. Pada 9 Desember 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan berupa pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 303 anak di Gaza selatan.





Sama seperti musim semi yang membawa kehangatan, Sahabat Adara telah mengembalikan kembali rasa hangat yang sempat hilang ditelan suhu dingin di Gaza. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pakaian hangat darimu telah membantu ratusan keluarga di Gaza untuk terus bertahan.








