• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pusat Studi Tawanan Palestina mengungkapkan bahwa 26 tawanan Palestina di penjara Israel menderita kanker dalam berbagai jenis. Para tawanan berada di tengah kondisi kesehatan yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa mereka kapan saja. Mereka tidak mendapatkan perawatan yang layak dan obat-obatan yang mereka dapatkan terbatas hanya pada obat penghilang rasa sakit.

Direktur pusat tersebut, peneliti Riyad Al-Ashqar, mengeluarkan sebuah laporan yang rilis bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari setiap tahun. Ia menjelaskan bahwa para tawanan penderita kanker menghadapi “kematian perlahan” sebagai akibat dari kelalaian medis secara sengaja oleh Israel. Buruknya kondisi kesehatan mereka, di samping kondisi penahanan yang keras, telah merampas kebutuhan dasar hidup mereka, tanpa membedakan antara tawanan yang sakit dan yang sehat.

Al-Ashqar menunjukkan bahwa penderitaan para tawanan ini semakin parah karena rasa sakit akibat penyakit serius yang tawanan derita. Selain itu, ada pengetatan tindakan penahanan serta pelecehan terus-menerus oleh Israel, terutama sejak 7 Oktober 2023. Administrasi penjara Israel juga semakin meningkatkan pembatasan terhadap tawanan dan merampas hak-hak dasar mereka, seperti perawatan, layanan kesehatan, dan makanan yang layak.

Ia mengatakan bahwa kanker adalah penyebab utama kematian para tawanan di penjara-penjara Israel sebelum tanggal 7 Oktober. Ini terjadi karena kelalaian medis secara sengaja oleh Israel. Pihak berwenang Israel selalu menolak untuk memindahkan tawanan ke rumah sakit sipil untuk menerima perawatan yang mereka perlukan dan hanya menyediakan obat penghilang rasa sakit.

Daftar Tawanan yang Menderita Kanker di Penjara Israel

Al-Ashqar mencatat bahwa tawanan terbaru yang meninggal karena kanker adalah Mahmoud Talal Abdullah, 49 tahun, dari Jenin. Pemeriksaan medisnya menunjukkan bahwa ia menderita kanker stadium lanjut. Meskipun kondisi kesehatannya serius, dinas penjara Israel menolak untuk membebaskannya atau memberikan perawatan yang sesuai. Israel kemudian memindahkannya ke Rumah Sakit Penjara Ramla sebelum ke Rumah Sakit Assaf Harofeh, tempat ia meninggal pada Oktober tahun lalu. 

Al-Ashqar juga merujuk pada kematian Mohammad Anwar Labad, 57 tahun, dari Jalur Gaza. Israel menangkapnya selama genosida dan ia meninggal pada Desember 2024 akibat kelalaian medis yang Israel sengaja, setelah didiagnosis kanker sebelumnya.

Al-Ashqar mengungkapkan bahwa di antara para tawanan yang menderita kanker terdapat dua perempuan. Pertama, Fidaa Assaf (47 tahun) dari Qalqilya. Ia menderita leukemia, namun Israel tetap menahannya selama satu tahun meskipun kondisi kesehatannya serius. Kedua, Suhair Zaaqiq dari Al-Khalil (Hebron), yang menderita fibroid dan massa kanker tanpa menerima perawatan yang tepat.

Baca Juga

Mengingat 32 Tahun Pembantaian Masjid Ibrahimi

AS Buka Layanan Paspor di Tepi Barat

Al-Ashqar juga menunjukkan bahwa sejumlah tawanan yang menderita kanker termasuk di antara tawanan veteran yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel. Salah satunya Jamal Ibrahim Amr dari Al-Khalil. Israel menahannya sejak 2004 dan menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Ia menderita kanker usus pada  2018, dan penyakit tersebut menyebar ke hati dan ginjal akibat kelalaian medis, sehingga kondisi kesehatannya memburuk. 

Selain itu, ada kasus Fawaz Saba’a Ba’ara dari Nablus. Israel menahannya sejak 2004 dan menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup sebanyak 3 kali. Ia menderita kanker dan masalah jantung serius serta membutuhkan operasi jantung terbuka, namun pihak berwenang Israel menolaknya.

Penjara Israel, “Lingkungan Subur” untuk Penularan Penyakit

Al-Ashqar berpendapat bahwa kondisi penahanan yang keras dan pelanggaran yang terus berlanjut di dalam penjara merupakan “lingkungan yang subur” bagi para tawanan untuk tertular penyakit serius. Ia merujuk pada pengumuman berulang tentang kasus-kasus baru kanker dan penyakit yang tidak dapat sembuh sebagai akibat dari akumulasi kelalaian medis selama bertahun-tahun. Kondisi ini mengancam nyawa para tawanan dengan kematian yang akan segera terjadi.

Ia memperingatkan tentang bahaya kondisi yang dihadapi para tawanan penderita kanker, mengingat pengabaian Israel terhadap nyawa mereka dan tidak adanya pengobatan yang memadai, terutama kemoterapi darurat yang mereka butuhkan. Ia menekankan bahwa kelalaian ini dalam banyak kasus telah menyebabkan pembebasan tawanan setelah mereka mencapai tahap kesehatan kritis, sementara yang lain meninggal sebagai akibatnya.

Al-Ashqar menyerukan kepada organisasi dan badan internasional, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk segera turun tangan. Mereka harus bertindak guna menyelamatkan nyawa para tawanan yang sakit. Al-Ashqar juga mendesak mereka untuk bekerja serius demi pembebasan para tawanan sebelum terlambat.

Sumber: Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Next Post

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Adara Relief International

Related Posts

Mengingat 32 Tahun Pembantaian Masjid Ibrahimi
Berita Kemanusiaan

Mengingat 32 Tahun Pembantaian Masjid Ibrahimi

by Adara Relief International
Februari 26, 2026
0
16

Pada hari ini di tahun 1994, seorang dokter militer Israel kelahiran AS memasuki Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron) dan membawa...

Read moreDetails
AS Buka Layanan Paspor di Tepi Barat

AS Buka Layanan Paspor di Tepi Barat

Februari 26, 2026
14
Organisasi Internasional Kecam Penangguhan Pekerja Bantuan di Gaza

Organisasi Internasional Kecam Penangguhan Pekerja Bantuan di Gaza

Februari 26, 2026
14
Israel Usir 214 Keluarga Badui Sejak Awal 2026

Israel Usir 214 Keluarga Badui Sejak Awal 2026

Februari 26, 2026
14
Israel Bunuh 129 Jurnalis Sepanjang 2025

Israel Bunuh 129 Jurnalis Sepanjang 2025

Februari 26, 2026
16
Transaksi Digital: Generasi Baru Senjata Pemusnah Massal di Gaza

Transaksi Digital: Generasi Baru Senjata Pemusnah Massal di Gaza

Februari 25, 2026
25
Next Post
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 FAQs about Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630