Setelah lima kali berturut-turut mengalami curah hujan di bawah rata-rata, krisis kemanusiaan di Tanduk Afrika meluas dan semakin dalam. Dikombinasikan dengan ketidakamanan dan gejolak ekonomi makro, dampak kekeringan terhadap ketahanan pangan dan gizi semakin menghancurkannya. Di Ethiopia, Kenya, dan Somalia, diperkirakan 22 juta mengalami rawan pangan karena kekeringan.
Situasi gizi buruk juga kritis. Sekitar 5,1 juta anak di seluruh wilayah yang terkena dampak kekeringan di ketiga negara tersebut mengalami kekurangan gizi akut pada tahun 2023, dengan implikasi yang mengerikan bagi kesehatan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup mereka. Sementara itu, curah hujan pada Maret–Mei 2023 mendatang juga diperkirakan masih di bawah rata-rata. Jika hujan ini gagal dan bantuan kemanusiaan tidak diberikan dalam skala besar, kerawanan pangan akan terus memburuk.
Terlepas dari bagaimana intensitas dan frekuensi hujan pada tahun ini, kebutuhan kemanusiaan yang sangat tinggi akan bertahan hingga tahun 2023, sementara pemulihan penuh dari kekeringan sebesar ini akan memakan waktu bertahun-tahun. Untuk mengatasi kelaparan dan kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekeringan yang menghancurkan di seluruh wilayah, WFP mengejar pendekatan jalur ganda yang terintegrasi. Di antaranya dengan memenuhi kebutuhan makanan dan nutrisi yang menyelamatkan jiwa sekaligus membangun ketahanan terhadap variabilitas iklim yang ekstrim.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








