Tawanan Palestina dari Wadi Qaddoum di Silwan, Al-Quds (Yerusalem), Ali Da’ana, pada hari Kamis (13/7) akhirnya bisa bertemu lagi dengan putrinya Aya, yang masih bayi ketika dia ditahan oleh pasukan pendudukan Israel 20 tahun lalu.
Da’ana menikah tak lama sebelum penahanannya dan baru memiliki seorang putri yaitu Aya ketika ia ditangkap. Aya hanya mengenal ayahnya di balik jeruji besi dan ini adalah pertama kalinya dia bisa memeluknya secara nyata di luar penjara.
Setelah dibebaskan, Da’ana juga mengunjungi makam ayahnya yang meninggal hanya dua minggu setelah penahanannya. Pendudukan Israel mencegahnya untuk menghadiri prosesi pemakamannya atau bahkan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya.
Pekan lalu, polisi Israel juga mencegah putri tawanan Palestina Ramzi Abbassi untuk memeluk ayahnya ketika dia melihatnya sekilas sebelum sidang. Abbasi telah ditahan tanpa dakwaan sejak 2 April 2023, tidak dapat bertemu keluarganya, dan tidak diberi bantuan hukum selama berbulan-bulan. Kelompok HAM mengatakan sekitar 5.000 tawanan Palestina masih berada di dalam 23 penjara Israel, termasuk 160 anak, 31 wanita dan ratusan tawanan yang sakit.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








