Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat pada Senin (25/7) mengutuk perlakuan tidak manusiawi Israel dan Layanan Penjara Israel (IPS) terhadap tawanan Palestina, Mohammad Obeid, yang berasal dari desa Anza, Tepi Barat utara. Hal tersebut menyebabkan Obeid kehilangan ingatan.
Israel membebaskan Obeid pada hari Minggu (24/7) setelah 18 bulan Israel tahan. Pihak berwenang Israel tidak hanya menganiaya dan melecehkannya yang mengakibatkan Obeid kehilangan ingatan, namun juga menempatkannya di pos pemeriksaan militer di dekat Hebron yang sangat jauh dari tempat tinggalnya saat pembebasannya. Sementara, Israel mengetahui bahwa Obeid memiliki masalah kesehatan, dan dengan sengaja tidak memberitahukan keluarganya, sehingga tidak ada yang menjemput.
“Pelecehan, penganiayaan dan kekerasan cerminan atas tindakan tidak manusiawi yang para tawanan dapatkan di penjara Israel, termasuk hukuman mati di lapangan, pembunuhan-pembunuhan, perusakan kesehatan fisik dan psikis, dan ini adalah inti dari kebijakan-kebijakan keras terhadap penduduk Palestina”, jelas Kementerian Luar Negeri.
Kementerian meminta Israel bertanggung jawab secara penuh atas kejahatan terhadap Obeid ini. Juga menuntut organisasi dan dewan PBB terkait, khususnya Komite Internasional Palang Merah dan Dewan Hak Asasi Manusia, untuk tidak tinggal diam atas kejahatan yang Israel lakukan.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130174
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








