Pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan milik Palestina di Tepi Barat sejak awal tahun, menurut laporan terbaru Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Data yang diterbitkan pada 29 November menunjukkan bahwa 1.528 bangunan dihancurkan, termasuk 700 rumah tinggal, 398 fasilitas pertanian, dan 205 aset terkait mata pencaharian seperti toko dan bisnis.
Kampanye pembongkaran ini telah menyebabkan 3.637 warga Palestina kehilangan tempat tinggal dan berdampak langsung pada lebih dari 164.000 orang. Kamp Pengungsi Tulkarm menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 171 bangunan hancur, disusul Kamp Pengungsi Nur Shams (118) dan Kamp Pengungsi Jenin (83).
Penghancuran ini tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga mencakup rumah-rumah yang dihuni oleh keluarga rentan, serta infrastruktur penting yang menopang kehidupan warga Palestina. Israel sering kali membenarkan aksi ini dengan alasan bahwa bangunan tersebut didirikan tanpa izin. Selama ini warga Palestina sangat sulit bahkan hampir mustahil memperoleh izin membangun karena pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas pendudukan.
Praktik penghancuran rumah semakin meningkat setelah 7 Oktober dan agresi di Gaza. Buldoser yang diiringi tentara Israel kerap menghancurkan rumah-rumah warga Palestina tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut para ahli PBB, tindakan ini adalah bagian dari taktik “sistematis dan disengaja” untuk menggusur penduduk Palestina dan mengancam keberadaan mereka.
Penghancuran bangunan Palestina oleh Israel dinilai melanggar hukum internasional. Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina merupakan pelanggaran hukum. ICJ menyerukan penghentian semua aktivitas permukiman ilegal di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Serangan langsung terhadap rumah, sekolah, fasilitas air, dan mata pencaharian ini tidak hanya melanggar hak asasi manusia tetapi juga menjadi upaya untuk memperluas permukiman ilegal khusus Yahudi. Taktik ini merupakan bagian dari kampanye yang bertujuan menggusur warga Palestina secara permanen dari tanah mereka. Meskipun tekanan internasional terus meningkat, kampanye penghancuran ini tetap berjalan, memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.
Sumber:
https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








