• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Keberkahan dan Perdamaian Dalam Makanan Khas Palestina

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Seni Budaya
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Keberkahan dan Perdamaian Dalam Makanan Khas Palestina

Photo by Naim Benjelloun from Pexels

20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Berbicara tentang makanan tidak melulu berbicara tentang hal yang mengenyangkan. Ia, pada model makanan tertentu, mengandung nilai kemanusiaan atau spiritual yang boleh jadi sedikit banyak menegasikan fungsi makanan sebagai media yang mengenyangkan. Ambil contoh nasi jangkrik dan bubur asyura di Kudus. Kedua makanan ini dibuat dalam momen tertentu dengan ritus tertentu pula. Ia direbut oleh banyak warga di sana bukan karena mereka lapar, melainkan dikarena dorongan kepercayaan bahwa nasi jangkrik dan bubur asyura mengandung berkah.

Di Palestina, dari sepuluh makanan populer yang ada di sana, saya menemukan tiga makanan khas negeri para nabi tersebut yang dimakan juga bukan karena alasan ingin kenyang, melainkan karena ada nilai substansial-religius dan humanis yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Kurma Jericho

Ini buah khas Palestina. Keberadaanya bukan hasil oleh rasa, karsa, dan cipta masyarakat di sana, melainkan anugerah langsung dari Allah di bumi tersebut. Jericho adalah nama kawasan tua di Palestina yang sudah ada sejak sepuluh ribu tahun lalu. Kuburan Nabi Yusuf berada di sana. Di sepanjang kawasan yang berbatasan dengan lembah Jordania ini, kurma dengan kualitas premium tumbuh dengan baik. Di tempat lain, kurma bisa tumbuh, namun kualitas buahnya berbeda. Kurma jericho memanjakan lidah penyuka manis karena rasanya yang legit, teksturnya yang lembut, serta dagingnya yang tebal dengan biji yang kecil.

Bagi umat Islam, kurma adalah makanan “religius”. Ia adalah salah satu dari sedikit buah yang akrab dengan Rasulullah, dianjurkan beliau untuk memakannya, dan juga termaktub dalam teks suci Hadis dan Al-Qur’an. Maka tidak heran, khususnya di bulan Ramadan, umat Islam memburu buah ini lantaran motif religius. Sebanding dengan miliaran jumlah umat Islam, permintaan akan kurma ini juga melimpah. Di tengah ekonomi Palestina yang kurang baik sebab invasi Israel, kurma jericho memberikan harapan baik bagi masyarakat di sana.

Lagi-lagi penduduk ilegal Zionis Israel bikin ulah. Mereka juga menanam kurma di kawasan sana sebagai produk komersial . Di satu sisi, tanah Palestina mereka jajah. Di sisi lain, produk rakyat Palestina mereka juga saingi. Hal ini tentu sangat mungkin melemahkan ekonomi rakyat Palestina yang kini sedang menderita. Sebab itu, walau sama-sama berasal dari Jericho, atas nama kemanusiaan, sangat dianjurkan untuk membeli produk kurma rakyat Palestina yang berlabel Jericho Dates yang diproduksi oleh Nakheel Palestine Ltd, Ariha, atau Kurma Medjoul produksi Al-Rwad Palestina.

Minyak Zaitun

Seperti halnya kurma jericho, zaitun juga makanan “religius” yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Tentu saja, buah ini disebut Allah karena ia memiliki banyak manfaat, salah satunya dari segi kesehatan. Di kota Jenin di Tepi Barat, produksi minyak zaitun menghidupi 80.000 petani Palestina. Buah rendah lemak ini juga tumbuh subur di Gaza. Dari segi ekonomi, sejak dulu, buah ini memberikan keutungan bagi rakyat Palestina.

Sayangnya, ekonomi berbasis hasil buah zaitun ini juga terganggu sebab pendudukan ilegal Zionis Israel. Gangguan mereka bisa dilihat dari pagar tembok di Tepi Barat yang mereka bangun sehingga memisahkan penduduk Palestina dengan pertanian mereka. Hanya pada saat menanam dan panen, petani Palestina diizinkan melewati pagar tembok tersebut. Akibatnya, ada ribuan pohon zaitun yang rusak.

Kerusakan pohon zaitun yang juga disebabkan ulah penduduk Israel yang tinggal di dekat kawasan pertanian tersebut. Dilansir dari PBB, pada tahun 2019, sebanyak 2746 pohon zaitun rusak saat musim panen dan 7957 pohon hancur di luar musim panen. Vandalisme properti dan pohon zaitun sebagai mata pencaharian di Palestina selalu meningkat setiap tahun.

Vandalisme bukan hanya menghalangi GDP, tetapi juga menodai simbol identitas rakyat negeri yang diberkahi tersebut. Selain minyaknya banyak dicari karena rasanya premium, buah zaitun jadi simbol kehidupan rakyat, keturunan, hingga moyang di tanah Palestina. Kita dapat menemukan pohon zaitun berusia ribuan tahun di Tepi Barat dan Gaza.

Ahed Tamimi berkisah bahwa warga Israel secara bertahap dipindah ke kawasan Palestina. Rumah mereka dikelilingi tembok kawat dan pintu masuk ke perumahan mereka dijaga pasukan bersenjata. Penduduk Israel ini juga dipersenjatai. Dengan senjata tersebut, mereka kadang menakut-nakuti penduduk Palestina yang sedang bertani di dekat perkampungan mereka. Kadang mereka dianiaya. Pertanian mereka dirusak. Mata air warga juga dikuasai sehingga warga tidak bisa mengairi pohon-pohon zaitun mereka.

Kelaliman penduduk Zionis Israel ini tentu dibiarkan oleh otoritas mereka karena dianggap hal sepele. Yang lebih parah dari itu pun, seperti penembakan, pemukulan atau penyiksaan warga Palestina yang menyebabkan cacat dan kematian, sama sekali dianggap bukan masalah oleh otoritas Israel. Ahed Tamimi adalah saksi mata bagaimana saudaranya ditembak matanya oleh serdadu Israel hingga koma, bibinya ditendang di pengadilan hingga cacat, dan beberapa keluarganya diculik dan tak ada kabarnya.

Jika zaitun dan kurma adalah berkah dari Allah untuk negeri suci Palestina, maka keberkahannya selalu diganggu oleh kelaliman kolonialisme Zionis Israel. Padahal, warga Palestina tidak pernah menggangu para Zionis. Palestina, dulu, disebut sebagai peraduan tiga agama besar: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kini tidak lagi. Sebagian penganut Yahudi menjadi biang masalahnya. Kini, tinggal Islam dan Nasrani di Palestina. Kedua pemeluk agama tersebut menolak tunduk pada otoritas penjajah Israel dan dalam waktu bersamaan warga Palestina sama sekali tidak membenci Yahudi, saudara mereka.

Hal ini bisa dilihat dari pesan damai dan persatuan yang terkandung dalam kunafa, salah satu makanan khas Palestina.

Kunafa

Berbeda dengan kurma jericho dan minyak zaitun yang merupakan anugerah Allah ke tanah Palestina, kunafa merupakan hasil olahan warga Palestina sejak zaman dahulu. Makanan itu menjadi kudapan yang mengabadikan kisah lama tentang Palestina sebagai peraduan tiga agama.

Dalam praktiknya, makanan yang terbuat dari keju, gula, sirup, bihun, dan taburan kacang ini, memang dinikmati dengan membawa pesan demikian. Kue ini kadang disajikan sebagai makanan penutup. Kadang pula, di negeri asalnya, setiap minggu, kunafa disajikan untuk dinikmati bersama sambil ngobrol santai. Yang diundang untuk menikmatinya siapa saja, tak pandang agama etnis, dan lain sebagainya.

Bisa dibayangkan, jika tiap minggu ada kebersamaan tanpa melihat perbedaan lantara menikmati kunafa, maka akan tercipta perdamaian di Palestina. Faktanya tidak demikian. Palestina memang tidak mau ada pertengkaran atas nama apa pun, namun Israel darang menyerang dengan dukungan negara terkuat. Perdamaian yang ditawarkan kunafa diterima dengan moncong bedil.

Sebab itu, jika kita mengetik kata “Palestina”, maka aneka makanan Palestina kalah marak dibandingkan deru informasi penderitaan mereka menghadapi serangan Israel yang terjadi puluhan puluhan tahun silam hingga sekarang. Namun, masakan Palestina tidak berubah. Tetap menginginkan damai. Kurma jericho semanis keramahan warga Palestina, minyak zaitun merupakan keberkahan hidup mereka, dan kunafa merupakan maskot persatuan mereka untuk hidup damai.

Penulis: Habibullah

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Sulaman Tangan Saksi Perjuangan

Next Post

Falafel Makanan Khas Palestina: Dari Google Doodle Sampai McDonald’s

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
23

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
114
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Falafel Makanan Khas Palestina: Dari Google Doodle Sampai McDonald’s

Falafel Makanan Khas Palestina: Dari Google Doodle Sampai McDonald’s

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630