Setelah 15 tahun tidak kunjung hamil, Wafaa dan Fadi al-Baba, pasangan suami istri asal Jalur Gaza, berpikir bahwa mereka membutuhkan keajaiban untuk bisa memiliki anak. Wafaa sudah lama memiliki foto profil di akun Facebook-nya yang menampilkan seorang wanita sedang berdoa dengan tulisan: “Tuhan, berikan aku apa yang kuinginkan.”
Pada tanggal 9 September, keajaiban yang diharapkan Wafaa dan Fadi terjadi ketika Maha, Khaled, Abdul-Khaleq, dan Mahmoud – bayi kembar empat yang terdiri dari seorang perempuan dan tiga laki-laki – lahir. Meski telah menunggu selama lebih dari satu dekade, pasangan ini tidak putus asa dan akhirnya memilih pengobatan fertilisasi in vitro yang berbuah manis.
Kisah mereka menjadi terkenal di kalangan masyarakat Gaza. Banyak yang membagikan ucapan selamat kepada pasangan bahagia tersebut di media sosial setelah kelahiran bayi kembar empat mereka diberitakan di berita lokal.
Namun tragisnya, mimpi itu hanya berumur pendek. Tepat satu bulan kemudian, Wafaa dan keempat bayinya tewas dalam serangan udara Israel di rumah mereka di Kota Gaza, meninggalkan Fadi, satu-satunya yang selamat dari keluarga mereka. Serangan pada 19 Oktober itu juga menewaskan 10 anggota keluarga al-Baba lainnya. Mereka termasuk di antara 5.087 orang yang tewas dalam pemboman Israel selama lebih dari dua minggu.
Fadi dan Wafaa sebelumnya telah memilih untuk menamai dua anak mereka dengan nama ayah mereka masing-masing, Khaled al-Baba dan Abdul-Khaleq al-Swerki, kata seorang kerabat kepada Middle East Eye. Akhir tragis dari kisah Wafaa dan Fadi membuat warga Palestina dan orang-orang di seluruh dunia berduka atas keluarga tersebut di media sosial. Sebagian besar menyoroti perjalanan panjang pasangan tersebut untuk memiliki anak.
“Setelah sekian lama mencoba, mereka akhirnya mempunyai anak kembar empat. Namun setelah sebulan, Israel memutuskan bahwa kebahagiaan ini tidak boleh dilanjutkan, mereka membunuh Wafaa dan keempat anaknya,” tulis seorang pengguna X di platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Kakak perempuan Wafaa, melalui media sosial, mengungkapkan kesedihan atas meninggalnya Wafaa beserta keempat anaknya. Ia membagikan foto rumah keluarganya, yang kini menjadi reruntuhan, dengan tulisan: “Wahai para tamu, berhati-hatilah saat mengetuk, karena tidak ada lagi orang di dalam rumah.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








