Sekitar 1.390 pemukim ilegal Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang diduduki untuk merayakan hari raya Yahudi, Sukkot.
Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania di Al-Quds (Yerusalem) mengatakan para pemukim memasuki lokasi melalui Gerbang Al-Maghariba di dinding barat masjid, dengan perlindungan polisi Israel pada hari Ahad (20/10).
Menurut para saksi, Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan Itamar Ben Gvir bergabung dengan para pemukim kolonial dalam melaksanakan ritual Talmud di lokasi tersebut, di tengah pembatasan masuknya jamaah Muslim ke kompleks Masjid Al-Aqsa
Namun, kantor Ben-Gvir berkilah dengan mengatakan bahwa menteri ekstremis itu tidak memasuki Al-Aqsa, tetapi menyambut pemukim Israel.
Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim ilegal memasuki kompleks tersebut hampir setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu.
Selain itu, dengan klaim untuk merayakan Sukkot, Israel juga menutup Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, untuk jamaah Muslim hingga Selasa (22/10) menurut Ghassan al-Rajabi, Direktur Wakaf Palestina di Al-Khalil (Hebron). Ia menyebut penutupan ini sebagai upaya Israel untuk membagi ruang dan waktu penggunaan masjid.
Rajabi menambahkan bahwa Israel berusaha memaksakan realitas baru dengan mempermanenkan keberadaan pemukim ilegal di kompleks masjid dan merampas hak-hak keagamaan umat Islam. Masjid Ibrahimi merupakan tempat yang dipercaya terdapat makam nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub.
Sumber: https://www.trtworld.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








