Lebih dari 1.300 aktor, sutradara, dan profesional perfilman internasional berikrar untuk tidak bekerja sama dengan institusi film Israel yang dianggap terlibat dalam genosida dan praktik apartheid terhadap rakyat Palestina.
Mereka menandatangani sebuah petisi yang dirilis pada Senin (9/9), menyatakan “Sebagai sineas, aktor, pekerja industri, dan institusi film, kami menyadari kekuatan sinema dalam membentuk persepsi. Di tengah krisis mendesak ini, ketika banyak pemerintah justru mendukung pembantaian di Gaza, kami harus menolak keterlibatan dalam kebrutalan tanpa henti ini.”
Petisi tersebut menegaskan bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menyatakan ada risiko genosida yang masuk akal di Gaza, sementara praktik pendudukan dan apartheid Israel terhadap Palestina jelas melanggar hukum internasional.
Film Workers for Palestine, selaku penyelenggara, menekankan pentingnya bersuara melawan penindasan. Mereka juga merespons seruan para sineas Palestina agar komunitas perfilman dunia menolak diam, rasisme, dan dehumanisasi, serta “melakukan segala yang mungkin untuk menghentikan keterlibatan dalam penindasan mereka.”
Daftar penandatangan mencakup nama-nama besar, di antaranya aktor Mark Ruffalo, Olivia Colman, Tilda Swinton, Ayo Edebiri, Javier Bardem, Aimee Lou Wood, serta sutradara Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Emma Seligman, Asif Kapadia, Boots Riley, Adam McKay, dan Joshua Oppenheimer.
Terinspirasi oleh gerakan Filmmakers United Against Apartheid yang berdiri pada 1987 untuk menolak distribusi film AS di Afrika Selatan pada masa apartheid, para sineas ini berkomitmen untuk tidak menayangkan film, hadir, atau bekerja sama dengan festival, bioskop, penyiar, maupun perusahaan produksi Israel yang terlibat dalam genosida dan apartheid.
Sejak agresi Israel ke Gaza pada 2023, berbagai bentuk boikot terkoordinasi, mulai dari sektor budaya, ekonomi, akademik, hingga logistik, semakin menguat sebagai bentuk perlawanan global.
Pada awal musim panas ini, ratusan aktor dan sineas lain, termasuk Joaquin Phoenix, Pedro Pascal, Ralph Fiennes, serta sutradara Guillermo del Toro, juga menandatangani surat terbuka yang mengecam diamnya industri film terhadap serangan Israel yang telah membunuh lebih dari 63.000 warga Palestina.
Sumber: Qudsnen








