Asosiasi Tawanan Palestina (PPS) mengatakan bahwa Layanan Penjara Israel (IPS) menyerang dan memukuli perempuan tawanan dengan kejam dan mengisolasi tiga dari mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (19/12), PPS menambahkan bahwa beberapa tawanan terluka dan IPS terus mengancam akan menggunakan gas air mata untuk melawan mereka. Tiga tawanan (Shorouq Dwayyat, Marah Bakir, dan Muna Qa’dan), dimasukkan ke dalam sel isolasi.
Dalam sebuah pernyataan, PPS menegaskan bahwa tindakan represif berlangsung selama berhari-hari dan masih berlangsung. Di antara bentuk kekerasan yang diterima para tawanan adalah dipukuli bertubi-tubi dan hijab mereka dilepaskan dengan paksa. Layanan penjara juga memutus aliran listrik dan menyemprotkan gas air mata ke dalam ruang sel, mengakibatkan salah satu tawanan kehilangan kesadaran. Selain itu, PPS juga menolak kunjungan dan mencegah mereka menggunakan kantin penjara. Para tawanan, sebagai bentuk perlawanan, mengembalikan makanan mereka dan mengetuk pintu sel sebagai protes terhadap penindasan Israel.
Saat ini Israel menawan 32 perempuan di penjara, termasuk 11 ibu.
Sumber : Quds News Network
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman dengan klik link ini.







