Para penyintas Holocaust dan keturunannya di Inggris menyatakan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengecam agresi Israel di Gaza, khususnya saat komunitas Yahudi memperingati Yom HaShoah—hari peringatan untuk enam juta korban Yahudi Holocaust.
Tahun ini, Yom HaShoah bertepatan dengan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II dan pembebasan kamp konsentrasi Bergen-Belsen. Ribuan orang, termasuk penyintas dan pengungsi dari Eropa, dijadwalkan hadir dalam acara di London dekat lokasi rencana pembangunan monumen Holocaust baru. Penyelenggara menyebut ini mungkin menjadi peringatan besar terakhir yang masih dihadiri banyak penyintas.
Namun, sejumlah penyintas dan keturunan yang menentang acara tersebut mengecam bagaimana Holocaust digunakan untuk membenarkan tindakan Israel di Gaza, yang menurut mereka justru memicu antisemitisme. Mereka menyebut tindakan Israel sebagai genosida, yang kini sedang diadili di Mahkamah Internasional, meskipun Israel membantahnya.
Agnes Kory, penyintas dari Hungaria, menyebut penggunaan Holocaust untuk membenarkan agresi sebagai hal yang menghina. “Apa yang terjadi pada kami seharusnya tidak terulang pada siapa pun,” ujarnya.
Haim Bresheeth, akademisi penyintas Auschwitz, menuding Israel menyalahgunakan Holocaust demi agenda Zionis, termasuk apartheid dan pembersihan etnis terhadap Palestina.
Stephen Kapos, penyintas lainnya, mengutuk tindakan Israel dan menyebutnya sebagai penghinaan terhadap para korban Holocaust. Ia juga mengecam institusi Yahudi di Inggris yang mendukung Israel, termasuk Board of Deputies dan Kantor Kepala Rabi.
Mark Etkind, putra penyintas Ghetto Lodz, mengatakan penting bagi media untuk menunjukkan bahwa tidak semua Yahudi mendukung kebijakan Israel. Ia menekankan bahwa kritik terhadap Israel tidak sama dengan antisemitisme, justru bisa membantu meredakannya.
Meski banyak organisasi Yahudi di Inggris mendukung Israel, muncul suara-suara penentangan. Sebanyak 36 anggota Board of Deputies menandatangani surat terbuka di Financial Times yang mengecam kembalinya agresi Israel ke Gaza dan kekerasan di Tepi Barat. Namun, surat ini langsung ditentang pimpinan dewan, bahkan salah satu penandatangan diskors.
Sumber:








