Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu (16/10) meminta agar badan kesehatan dan mitranya diizinkan mengakses Jalur Gaza utara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Meningkatnya kekerasan di wilayah Gaza utara telah menghalangi misi kemanusiaan dalam menjangkau masyarakat dengan bantuan makanan dan pasokan medis. Pada saat yang sama, fasilitas kesehatan terus menjadi sasaran serangan, ujar Ghebreyesus di X (Twitter).
“Kami meminta Israel untuk memberikan akses ke wilayah utara kepada WHO dan mitra kami sehingga kami dapat menjangkau mereka yang sangat membutuhkan bantuan,” tambahnya.
“Berdasarkan hukum humaniter internasional, semua pihak memiliki kewajiban untuk memastikan perawatan kesehatan agar dilindungi dan tidak diserang,” katanya lebih lanjut.
Sementara itu, Rick Pepperkorn, perwakilan WHO di wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan bahwa sekitar 500.000 orang di Gaza menghadapi kelaparan yang sangat parah. Pepperkorn menjelaskan, aktivitas peternakan di Gaza terdampak hingga 60 persen. Ia melanjutkan, 70 persen lahan pertanian dan 33 persen rumah kaca pertanian rusak. Bahkan, tempat-tempat tersebut tidak dapat digunakan lagi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








