Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk keras serangan yang dilakukan militer Israel terhadap kediaman staf dan gudang utama mereka di Deir al-Balah, Gaza, pada Senin (21/7). Serangan tersebut terjadi tiga kali berturut-turut dan menyebabkan kebakaran serta kerusakan parah, membahayakan nyawa staf WHO beserta keluarga mereka, termasuk anak-anak.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa pasukan Israel memasuki kompleks WHO dan memaksa perempuan serta anak-anak mengungsi dengan berjalan kaki menuju wilayah Al-Mawasi, di tengah agresi yang masih berlangsung. Sementara itu, staf laki-laki dan anggota keluarga mereka diborgol, dilucuti, diinterogasi, dan diperiksa di bawah todongan senjata. Dua staf WHO dan dua anggota keluarga ditahan; tiga di antaranya kemudian dibebaskan, sementara satu staf masih ditahan hingga kini.
Gudang utama WHO yang berada dalam zona evakuasi juga terkena serangan, menyebabkan ledakan dan kebakaran yang semakin menghambat operasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, WHO menegaskan akan tetap berada di Deir al-Balah dan bahkan berencana memperluas operasinya demi membantu warga sipil yang terdampak.
Deir al-Balah kini dipenuhi pengungsi Palestina yang terusir akibat lebih dari 21 bulan perang di Gaza. Serangan tank Israel di wilayah ini juga menghantam rumah-rumah dan masjid, membunuh sedikitnya tiga warga Palestina dan melukai beberapa lainnya, menurut petugas medis setempat.
“WHO menuntut pembebasan segera staf yang ditahan dan perlindungan penuh bagi seluruh pekerjanya,” tegas Ghebreyesus.
Sementara itu, lebih dari 20 negara termasuk Inggris menyerukan penghentian segera perang di Gaza dan mengkritik model distribusi bantuan Israel, setelah ratusan warga Palestina terbunuh di sekitar lokasi distribusi makanan.
Agresi Israel di Gaza yang telah banyak dikecam sebagai tindakan genosida telah menewaskan lebih dari 59.000 warga Palestina sejak Oktober 2023, menyebabkan hampir seluruh penduduk mengungsi, serta memicu krisis kemanusiaan besar. WHO menggambarkan sektor kesehatan di Gaza telah lumpuh akibat kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan terus berlangsungnya lonjakan korban massal.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/israeli-army-attacks-who-staff-residences-gaza-three-times
https://www.middleeasteye.net/live/israel-kills-palestinians-truce-talks-stall








