Tedros Adhanom Ghebreyesus, ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggambarkan situasi suram di dalam Rumah Sakit Al-Awda dan Rumah Sakit Kamal Adwan, yang merupakan kompleks medis terbesar kedua di Gaza, yang berada di bawah pengepungan Israel dan sejak bulan Januari.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa anak Palestina meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi di dalam RS Kamal Adwan, sementara yang lain menderita diare dan dirawat intensif dengan nyawa mereka dalam bahaya.
Kunjungan tim WHO ke rumah sakit tersebut pada akhir pekan lalu merupakan yang pertama sejak Oktober 2023. Menurut WHO, timnya kembali dengan temuan suram yang menggambarkan bahwa kedua fasilitas tersebut beroperasi dalam kondisi kekurangan bahan bakar, makanan dan pasokan medis, sementara beberapa bagian bangunan hancur.
“Rumah Sakit Kamal Adwan adalah satu-satunya rumah sakit anak di utara Gaza dan kewalahan menangani pasien,” tulis Ghebreyesus di platform X.
“Kurangnya makanan mengakibatkan 10 anak meninggal dunia. Kurangnya listrik menimbulkan ancaman serius terhadap perawatan pasien, terutama di area kritis seperti unit perawatan intensif dan unit neonatal,” tambahnya.
WHO mengirimkan 9.500 liter bahan bakar dan pasokan medis penting ke rumah sakit Al-Awda dan Kamal Adwan. “Ini hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa. Namun, obat utama yang dibutuhkan semua pasien ini adalah kedamaian yaitu gencatan senjata,” kata Ghebreyesus.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








