Sebanyak 2,3 juta warga Palestina di Jalur Gaza menjalani bulan Ramadhan tanpa makanan dan air yang cukup. Kebanyakan dari mereka kehilangan rumah akibat pengeboman Israel dan hanya dapat berlindung di tenda plastik dan kondisi yang menyedihkan.
Di Gaza utara, beberapa keluarga Palestina menghadapi kekurangan makanan dan bantuan karena Israel terus menghalangi truk bantuan untuk mencapai Kota Gaza. Di distrik Rafah paling selatan, kondisinya tidak jauh lebih baik.
“Hanya ada satu tomat di tenda dengan sebungkus kecil keju dan tanpa sepotong roti pun,” kata seorang wanita Palestina yang mengungsi bersama keluarganya dari Khan Younis
“Semuanya mahal. Kami tidak bisa membeli sayur-sayuran, sementara buah-buahan pun tidak tersedia. Saat sahur, kami makan beberapa potong daging kaleng karena tidak bisa membeli apa pun. Bahkan kebutuhan yang paling sederhana dan sepele pun meningkat secara mengejutkan.”
“Ini bukanlah kehidupan. Tidak ada air untuk minum, mencuci tangan, atau memasak makanan,” tambahnya. “Sampai saat ini kami belum tahu akan berbuka puasa dengan apa. Kami biasa membeli kebutuhan Ramadan beberapa hari lebih awal. Tapi sekarang, keju pun harganya sangat mahal.”
Tahun ini, ribuan warga Palestina hanya dapat berkumpul bersama keluarga mereka di tenda, bukan di rumah, untuk berbuka puasa saat matahari terbenam. Namun, mencari makanan, air, dan bahan bakar untuk memasak tetap menjadi prioritas sehari-hari bagi sebagian besar orang.
Sangat sedikit masjid yang masih berdiri di Jalur Gaza bagi warga Palestina untuk melaksanakan salat Tarawih. Hanya 500 jamaah yang melaksanakan Tarawih di Masjid al-Awda, masjid terbesar di Rafah, sementara beberapa ratus lainnya salat di dekat Masjid al-Huda yang hancur di al-Shaboura.
Tidak ada air atau kurma yang dibagikan kepada jamaah seperti Ramadan sebelumnya, dan lampu perayaan tradisional Ramadan tidak dapat dinyalakan pada tahun ini karena pemadaman listrik. Di tengah kegelapan malam, warga Palestina hanya membawa senter telepon untuk beribadah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








